Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Wacanakan Pengelolaan 4 Lokasi Wisata di Jepara Diserahkan Swasta, Ini Alasannya

Tempat wisata Kura-kura Park Jepara. Tempat wisata ini, menjadi salah satu lokasi wisata yang pengelolannya diwacanakan diserahkan kepada swasta. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Tempat wisata Kura-kura Park Jepara. Tempat wisata ini, menjadi salah satu lokasi wisata yang pengelolannya diwacanakan diserahkan kepada swasta. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mewacanakan ada empat lokasi wisata yang selama ini dikelola pemerintah daerah (pemda), nantinya pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Listiaza mengatakan, keempat tempat pariwisata tersebut adalah Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Kura-kura Park dan Benteng Portugis.

Menurutnya, munculnya wacana tersebut, salah satu alasannya adalah, biaya perawatan tempat wisata tersebut yang nilainya cukup besar. Setiap tahunnya, pemkab mengeluarkan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk empat tempat tersebut.

“Setiap tahunnya memang dianggarkan sekitar Rp 750 juta untuk perawatannya saja. Dan anggaran itu pun masih kurang maksimal. Terlebih di Kura-kura park. Sebab di Kura-kura park itu masih memberikan pakan ikan, perawatan aquarium, membayar listrik per bulan sebesar Rp 30 juta dan lainnya,” kata Zamroni.

Ia menilai, anggaran itu juga belum bisa memaksimalkan fasiltas yang ada di tempat pariwisata. Sehingga, agar tidak memberatkan pemerintah, maka akan diwacanakan diserahkan ke pihak swasta. Sehingga, nantinya bisa dikembangkan dengan baik lagi.

“Bila dikelola pemerintah, secara otomatis penjualan tiketnya juga sangat murah. Sebab kalau dikelola pemda, memang misinya ialah tidak terfokus pada keuntungan saja, melainkan juga sosial,” ucapnya.

Dia melanjutkan, rata-rata keempat tempat wisata yang dikelola pemerintah itu, harga tiket masuknya sama. Seperti halnya untuk hari biasa sebesar Rp 5 ribu, Sabtu-Minggu Rp 7 ribu dan hari besar atau liburan sekitar Rp  10 ribu.

“Kita mengakui bahwa kalau dikelola swasta juga akan menjadi mahal tarifnya. Namun nantinya akan bisa berkembang,  baik fasilitas sarana dan prasarananya maupun yang lain,” ujarnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai target pendapatan dari destinasi wisata di tahun 2016, pihaknya memaparkan bahwa di tahun tersebut bisa mencapai target dengan maksimal.

“Dari target pariwisata di Jepara tahun 2016 sebesar Rp 3 miliar, saat ini sudah bisa nutup. Namun untuk rinciannya saya belum dapat datanya.  Dan nantinya target di tahun 2017 akan naik sebesar 20 persen atau sebesar Rp 3,6 miliar,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...