Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

123 Orang Meninggal Dalam Kecelakaan di Rembang

Pemaparan oleh Polres Rembang terkait angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Rembang pada tahun 2016 dan 2015 lalu. Kegiatan ini dilakukan di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Pemaparan oleh Polres Rembang terkait angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Rembang pada tahun 2016 dan 2015 lalu. Kegiatan ini dilakukan di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pada 2016 ini, Polres Rembang mencatat ada 123 orang yang meninggal dalam kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2015, yang tercatat ada 97 orang meninggal dunia karena kecelakaan di jalan.

Secara keseluruhan, untuk 2016, kasus angka kecelakaan yang terjadi di Rembang sebanyak 470. Dari angka tersebut, yang meninggal dunia sebanyak 123 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan sebanyak 589 orang.

Sedangkan untuk 2015, jumlah angka kecelakaan sebanyak 431 kasus. Rinciannya, 97 orang meninggal dunia, 12 orang luka ringan dan 554 orang mengalami luka ringan.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, di antara penyebab meningkatnya kasus kecelakaan yang terjadi di Rembang, katanya, kondisi geografis Rembang berada di jalur Pantura. “Dari data yang ada, memang ada peningkatan jumlah angka kecelakaan selama 2016 ini dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya saat menggelar jumpa pers di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016).

Terkait hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti halnya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo), Dinas Pendidikan dan sekolah. Hal ini, bertujuan untuk meminimalisasi jumlah angka kecelakaan di Rembang untuk tahun depan.

“Dengan Dinhubkominfo misalnya, nantinya kita akan membahas tentang pemberian garis zona selamat yang ada di jalan protokol. Kemudian dengan pihak sekolah, kita akan memberikan sosialisasi kepada pelajar mengenai pendidikan berlalu linta, dan juga kepada orang tua ataupun masyarakat,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono 

Comments
Loading...