Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pengunjung Mulai Banjiri Festival Kuliner Pati Tempo Dulu, Berburu Kue Moho Gratis

Sejumlah pengunjung hadir memilih kue moho yang bisa dimakan secara gratis, meski pembukaan yang dijadwalkan pukul 16.00 WIB belum dimulai. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Sejumlah pengunjung hadir memilih kue moho yang bisa dimakan secara gratis, meski pembukaan yang dijadwalkan pukul 16.00 WIB belum dimulai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pengunjung yang datang dari berbagai kalangan mulai membanjiri “Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe” di Omah Kuno 1868, Jalan Diponegoro Nomor 115, Pati, Kamis (29/12/2016). Padahal, pembukaan secara resmi baru dibuka sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun, antusiasme masyarakat terhadap kuliner dan jajanan khas Pati tempo dulu sangat tinggi. Tak ayal, banyak pengunjung membanjiri setiap sudut kuliner pada pukul 14.30 WIB, kendati pembukaan dijadwalkan pukul 16.00 WIB.

Beberapa yang tampak hadir awal, antara lain Saiful Arifin, tokoh pengusaha muda Pati yang saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pati. Beberapa tokoh lain seperti Siti Asiyah, anggota DPRD Pati juga terlihat bingung memilih aneka jajanan tradisional yang begitu banyak jenisnya.

“Saya rindu dengan suasana Pati tempo dulu, terutama aneka kuliner dan jajanannya. Itu sebabnya saya lebih suka datang lebih awal, meski informasinya pembukaan dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Getuk runting, salah satu yang saya suka,” ujar Arifin.

Sementara itu, Asiyah yang datang bersama ibu-ibu lebih suka berburu kue moho yang digantung di berbagai tempat. Kue moho yang dipajang bebas dimakan pengunjung secara gratis.

“Kue moho hampir saja hilang dari ingatan sebagai jajanan khas Pati. Rasanya manis, enak, meski ada sensasi lengket di mulut. Saya pilih berburu kue moho yang disediakan panitia secara gratis terlebih dulu, sebelum berburu aneka kuliner dan jajanan kuno khas Pati lainnya,” tutur Ketua Fraksi PDIP DPRD Pati yang akrab disapa Mbak Sis ini.

Usai memilih moho, Asiyah berburu minuman tradisional, seperti jamu kunir asem dan wedang coro. Dia berharap, festival serupa akan selalu digelar di Pati. Sebab, antuasiasme pengunjung ternyata tidak hanya berasal dari warga Pati saja, tetapi juga luar kota seperti Kudus, Jepara, Rembang, dan sekitarnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...