Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wisatawan Pantai Bandengan Jepara Keluhkan Warung di Lokasi Wisata Tak Sertakan Daftar Menu

Wisatawan menikmati kegiatan wisatanya di Pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Merie)
Wisatawan menikmati kegiatan wisatanya di Pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu hal yang dikeluhkan pengunjung Pantai Bandengan saat berkunjung ke lokasi wisata itu dan ingin makan di warung, adalah tidak tersedianya menu makanan yang disertai tarif harganya.

Inilah yang membuat pengunjung, terkadang waswas jika ingin makan, di warung yang kebanyakan menyediakan menu seafood tersebut. “Biasanya kalau datang ke warung begitu, langsung milih ikan yang akan diolah. Tidak ada menu yang isinya menyertakan jenis makanan atau minuman, sekaligus harganya,” kata Wati, pengunjung dari Kabupaten Kudus yang sering menghabiskan liburan di pantai berpasir putih itu.

Baca juga : Ini Rincian Harga Makanan yang Tidak Wajar, yang Harus Dibayar Keluarga Kades Asal Kudus di Pantai Bandengan

Karenanya, menurut Wati, dirinya jarang menikmati aneka olahan seafood di warung yang ada di pantai. “Takutnya, kalau pas membayar, harganya mahal. Kalau pas bawa uang banyak sih, tidak masalah. Tapi kalau tidak, mau membayar pakai apa. Paling kita hanya pesan es kelapa muda saja,” katanya.

Tidak adanya daftar menu di warung-warung tersebut, juga diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jepara Mulyaji. Menurutnya, selama ini memang daftar menu itu memang belum ada. “Hampir seluruh warung yang ada, memang belum ada daftar menu ya. Terkadang itu memang menyulitkan bagi pengunjung,” katanya.

Apalagi, komoditas aneka olahan seafood memang memiliki karakter berbeda dari olahan makanan lainnya. Misalnya ikan laut yang sering jadi favorit olahan saat berkunjung ke sebuah kawasan pantai. “Kadang memang harganya naik turun, mengikuti musimnya. Sehingga harga bisa berubah-ubah memang,” jelasnya.

Namun, ditegaskan Mulyaji bahwa hal itu tidak boleh jadi patokan bagi pemilik warung makan, untuk menerapkan tarif seenaknya. Semua harus sesuai kewajaran yang ada, sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Kita juga sudah tegaskan saat kita lakukan pembinaan kepada seluruh warung makan yang ada. Bahwa mulai saat ini, mereka harus menyertakan daftar menu. Sehingga pengunjung bisa memilih menu yang diinginkan. Tidak ragu-ragu lagi akan harga yang harus dibayarkan,” terangnya.

Baca juga : Pengelola Bandengan Jepara Sebut Nama Warung yang Terapkan Harga Tak Wajar 

Mulyaji menambahkan bahwa pembeli terkadang memang kesulitan untuk melapor, jika menilai dirugikan. Meski ada paguyuban pedagang, namun soal harga adalah hak dari pemilik warung. Sehingga yang bisa dilakukan pihaknya, adalah memberikan imbauan dan pembinaan kepada pedagang, agar tidak melakukan praktik aji mumpung.

“Itu yang terus menerus kita lakukan. Membina pedagang, agar selalu menerapkan harga yang wajar. Juga bisa memberikan kualitas pelayanan yang baik bagi pengunjung mereka. Sehingga, wisatawan yang datang, juga akan merasa senang saat di sana. Dengan begitu, mereka akan kembali lagi suatu saat nanti,” imbuhnya.

Baca juga : Takut Harga Tak Wajar, Pengunjung Pantai Bandengan Jepara Bawa Bekal Sendiri

 Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...