Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kepala Disparbud Jepara: Warung Makan Jangan Aji Mumpung

Wisatawan menikmati kegiatan wisatanya di Pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Merie)
Wisatawan menikmati kegiatan wisatanya di Pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jepara bertindak cepat menertibkan warung makan di kawasan Pantai Bandengan, yang dinilai telah memberlakukan harga makanan dan minuman yang tidak wajar.

Berita yang sempat viral di media sosial tersebut, segera diantisipasi dengan cara memanggil seluruh pemilik warung makan yang ada di sana. “Begitu kita dengar ada keluhan seperti itu, paginya kita langsung kumpulkan semua pemilik warung makan,” kata Kepala Disbudpar Jepara Mulyaji kepada MuriaNewsCom.

Mulyaji mengatakan, pertemuan itu dilaksanakan pada Selasa (27/12/2016). Pihaknya hanya ingin memberikan pembinaan kepada para pedagang, untuk tidak memanfaatkan situasi banyaknya pengunjung yang datang ke pantai. “Bukan kepada pedagang di Bandengan saja. Tapi kepada seluruh pemilik warung makan di semua lokasi wisata yang ada di Jepara. Jangan aji mumpung,” tegasnya.

Baca juga : Ini Rincian Harga Makanan yang Tidak Wajar, yang Harus Dibayar Keluarga Kades Asal Kudus di Pantai Bandengan

Dari pembinaan yang dilakukan, diketahui bahwa hanya satu warung milik Ibu Riyanti itu saja yang dianggap menerapkan harga yang tidak wajar. “Dan hanya itu saja yang memberlakukan harga demikian. Yang lain tidak. Kita sudah kroscek semua,” tegasnya.

Aji mumpung saat wisatawan banyak yang datang, diakui Mulyaji, memang sering dilakukan mereka yang bekerja di dunia wisata. “Namun hal itu tetaplah salah. Tidak boleh begitu. Karena semuanya akan sangat merugikan,” jelasnya.

Apalagi, menurut Mulyaji, di zaman media sosial seperti ini. Yang mana, setiap pengunjung begitu bebas untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya, usai menikmati liburan mereka di sebuah lokasi wisata. Maka, kejadian sebagaimana yang dialami pengunjung di Bandengan yang merasa dirugikan,  bisa tersebar kemana-mana.

Baca jugaPengelola Bandengan Jepara Sebut Nama Warung yang Terapkan Harga Tak Wajar 

“Pemilik tempat wisata atau warung makan di lokasi wisata, harus sadar itu. Kalau mereka tidak ingin rugi, maka harus benar dalam memberikan pelayanan. Semua orang sekarang bisa mengutarakan pendapatnya lewat medsos. Kalau itu sesuatu yang jelek, pasti akan bisa sangat merugikan. Baik pemilik maupun lokasi wisata itu sendiri,” paparnya.

Namun yang jelas, menurut Mulyaji, pihaknya sudah melakukan serangkaian upaya, agar hal itu tidak terulang kembali. Salah satunya dengan memasang spanduk pengumuman di lokasi wisata, untuk mengingatkan pengunjung memilih lokasi makan yang benar-benar kredibel. 

“Sehingga pengunjung di lokasi wisata manapun, termasuk Bandengan, bisa menentukan sendiri warung makan mana yang mereka akan pilih. Dan pemilik warung makan akan bisa menerapkan harga yang wajar,” imbuhnya.

Baca juga : Takut Harga Tak Wajar, Pengunjung Pantai Bandengan Jepara Bawa Bekal Sendiri

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...