Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Rumah Aksara Jepara Lestarikan Dolanan Anak Lewat Film Pendek

Rumah Aksara Wilis Bersaudara saat melakukan pengambilan gambar untuk film pendek di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara. (ISTIMEWA)
Rumah Aksara Wilis Bersaudara saat melakukan pengambilan gambar untuk film pendek di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Rumah Aksara Wilis Bersaudara membuat film pendek bertema anak dengan melibatkan puluhan anak seusia SD sebagai aktor. Proses pengambilan gambar dilakukan di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara selama dua hari Sabtu-Minggu (24-25/12).

Selama pembuatan film, anak-anak terlihat antusias dengan mengikuti serangkaian kegiatan. Seperti secreaning film, diskusi, casting, dan pemahaman naskah. Selain itu, para aktor juga bersedia mengikuti orientasi latar shooting, di antaranya rumah warga, sungai, sawah dan lahan lapang.

Film berjudul “ayo dolanan, cah” mengangkat isu soal permainan tradisional yang mulai terkikis oleh kecanggihan teknologi. Kemudahan mengakses game dan permainan online lain justru mempersempit ruang kreatif dan memperenggang kebersamaan.

Pada penggarapan film kedua ini, Rumah Aksara yang bermarkas di Desa Teluk Wetan RT 15 RW 2 ini menggandeng Silent Candle Production, komunitas film dari Kendal. 

Proses pembuatan film dilakukan dengan cara sederhana. Sehingga tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Para aktor yang kurang-lebih 20 anak, tampak membawa jajan sendiri saat sedang di lokasi shooting. Peralatan yang digunakan pun seadanya. Bahkan, proses editing, dilakukan oleh tim Silent Candle Production dengan cuma-cuma.

Rumah Aksara Wilis Bersaudara adalah ruang kreatif bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain, atau bermain yang bernilai ajar. Berdiri sejak pertengahan 2016 di Desa Teluk Wetan RT 15 RW 2 Welahan, Jepara.

“Pembuatan film ini menjadi ruang kreatif bagi anak-anak. Sebab, anak-anak sekarang banyak memiliki ruang ekspresi, tapi semakin sempit ruang kreatif. Maka, proses ini sedikit memberikan mereka kembali menemukan kesenangan yang positif,” ujar Wikha Setiawan, pendiri Rumah Aksara Wilis Bersaudara.

Menurutnya, anak-anak adalah generasi bangsa yang perlu diperhatikan. “Anak-anak adalah mereka yang nantinya punya tanggungjawab sebagai penerus bangsa. Untuk itu, perlu dibekali mental yang bisa membangun dan merawat,” tambahnya.

Riki, angggota Silent Candle Production menambahkan, ini merupakan pengalaman pertama membuat film dengan aktor anak-anak. “Menarik dan pengalaman baru. Anak-anaknya antusias dan cepat paham,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...