Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Remaja Mejobo Kudus yang Tenggelam di Pantai Bondo Jepara Dimakamkan 

Jenazah korban tenggelam di Pantai Bondo Jepara, Ibnu Abdul Aziz (17) warga Desa Temulus, RT 05/ RW 02, Mejobo, Kudus, saat diturunkan dari mobil ambulans. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Jenazah korban tenggelam di Pantai Bondo Jepara, Ibnu Abdul Aziz (17) warga Desa Temulus, RT 05/ RW 02, Mejobo, Kudus, saat diturunkan dari mobil ambulans. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ibnu Abdul Aziz (17) warga Desa Temulus, RT 05/ RW 02, Mejobo, Kudus, korban tenggelam di Pantai Bondo Bangsri Jepara dimakamkan, Senin (26/12/2016). Korban dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Kapolsek Mejobo, AKP Suharyanto mengatakan, jenazah korban tenggelam itu tiba di rumah duka, Senin (26/12/16) sekitar pukul 11.50 WIB. Jenazah diantarkan oleh BPBD Kudus beserta BPBD Jepara. “Setelah sampai di rumah duka, jenazah langsung dimakamkan. Meninggalnya korban jelas membuat luka bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya di rumah korban.

Sebelumnya jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan, Senin pukul 08.15 WIB. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kartini, Jepara. Dikatakannya, berdasarkan keterangan pihak keluarga, bahwa keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian almarhum dan menerima hal itu sebagai musibah.

“Dia masih pelajar SMK di Mejobo. Korban meninggal digulung ombak di Pantai Bondo Jepara besar setinggi 1,5 meter. Tingginya ombak tak mampu dikuasai hingga terseret arus dan meninggal,” ungkapnya.

Dia berpesan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam bepergian. Tak hanya memastikan lokasi aman, namun juga memastikan bahwa cuaca juga mendukung saat berlibur dan bepergian. Selain itu, komunikasi dengan sekitar juga dibutuhkan. Khususnya dengan saudara dan teman saat berlibur bersama. Selain itu, diimbau juga untuk tidak mencoba hal yang membahayakan lantaran bisa berakibat fatal.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...