Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Hanya Nelayan, Pekerja di Pengolahan Ikan juga Was-was Jika Kapal Cantrang Dilarang Beroperasi

Aktivitas di salah satu pengolahan ikan di Tasikagung, Rembang. Pekerja di pengolahan ikan juga khawatir, jika cantrang benar-benar dilarang beroperasi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Mendekati batas akhir toleransi masa pelarangan kapal cantrang, Sabtu (31/12/2016) mendatang, nelayan cantrang di Kabupaten Rembang dibikin pusing. Namun, tak hanya nelayan saja, para pekerja di pengolahan ikan juga was-was.

Sumarni, salah satu warga yang bekerja di pengolahan ikan di Tasikagung, Rembang, mengatakan, jika pada awal tahun 2017 nanti kapal cantrang benar-benar dilarang untuk beroperasi, maka, akan berdampak luas terhadap terhada perekonomian warga. Baik itu nelayan maupun mereka yang bekerja di sektor pengolahan ikan.

“Selain nelayan, kita yang bekerja di pengolahan ikan ini juga bisa terkena imbasnya. Sebab, kapal cantrang memang selama ini bisa mendapatkan ikan yang banyak, yang kemudian bisa menyuplai usaha pengolahan ikan dengan banyak juga,” kata Marni.

Dirinya berharap, pemerintah bisa nasib nelayan dan juga warga menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Seperti halnya dirinya. Ketika hasil tangkapan laut lancar, maka, dirinya setiap hari bisa bekerja di pengolahan ikan, dengan gaji Rp 50 ribu per hari.

“Kalau benar-benar cantrang dilarang, lha seperti saya ini mau beralih ke pekerjaan apalagi. Karena memang selama ini, saya bekerja di pengolahan ikan. Kalau pengolahan ikannya sepi, tentunya, kami juga tidak bisa bekerja. Kami ini bingung,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...