Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Falsafah Jawa yang Kata Bupati Kudus Bisa Dipakai Ilmu Bisnis

kudus-musthofa-e
Bupati Kudus H Musthofa bersama pengurus ISEI Semarang berfoto bersama usai pelantikan kepengurusan beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam berbisnis, banyak ilmu yang bisa menjadi patokan supaya sukses. Termasuk juga sebuah falsafah Jawa yang dianggap Bupati Kudus H Musthofa, juga bisa dipakai sebagai ilmu bisnis.

Pernah dengar istilah Jawa ”witing tresno jalaran soko kulino”? Ini adalah pepatah yang berarti ”jatuh cinta itu karena sudah terbiasa bareng”. ”Falsafah ini bisa diterapkan saat kita berbisnis. Dan ini memang budaya Jawa yang bermakna mendalam,” jelasnya.

Menurutnya, makna dari falsafah tersebut memang sangat mendalam. Karena dalam berbisnis, harus saling mengenal. Sehingga muncul rasa kepercayaan dan jalinan yang erat. ”Dan juga tidak boleh berputus asa,” tegasnya.

Dimensi-dimensi budaya, menurut bupati, tidak perlu ada yang diragukan lagi. Semua memiliki kekhasan dan karakter tersendiri. Mulai dari budaya Jawa, Sunda, Minang, dan berbagai budaya lain yang ada.

Termasuk falsafah asli Kudus, yakni Gusjigang. Artinya Bagus, Ngaji, dan Dagang. ”Yaitu spirit dengan perilaku bagus, gemar terus belajar, dan berjiwa wurausaha atas dagang. Ini juga sangat bagus sekali. Sehingga bisa jadi referensi bagi siapa saja masyarakat dalam bertindak di kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Bupati Kudus H Musthofa sendiri, belum lama ini dilantik sebagai ketua Harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang. Di mana dari hasil konggres ISEI itu, terpilih sebagai ketua adalah Prof HM Nasir, Ketua Harian H Musthofa, dan Sekretaris Suharnomo. Serta sejumlah nama akademisi dan praktisi ekonomi juga turut tercatat sebagai pengurus.

Dikatakan bupati, peran ISEI diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia. Untuk itu, harus ada sinergi ISEI dengan berbagai lembaga, termasuk pemerintah daerah.

”Intinya, ISEI harus punya peran secara nyata. ISEI harus bisa memberi manfaat bagi perekonomian di Indonesia,” tegasnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...