Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bangunan Saluran Air Bendung Dumpil Patah, Pasokan Air ke Sawah Grobogan Tersendat

Saluran irigasi di bawah sungai (siphon) Bendung Dumpil di Dusun Klaten, Desa/ Kecamatan Ngaringan, bagian kiri patah akibat tanggul Sungai Lusi longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Saluran irigasi di bawah sungai (siphon) Bendung Dumpil di Dusun Klaten, Desa/ Kecamatan Ngaringan, bagian kiri patah akibat tanggul Sungai Lusi longsor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ribuan hectare (Ha) areal sawah di wilayah Grobogan bagian timur terancam kekurangan air. Hal ini terjadi akibat patahnya konstruksi bangunan saluran air bawah sungai (siphon) patah akibat terkena longsoran tanggul.

Lokasi siphon didasar sungai Lusi yang patah itu berada di Dusun Klaten, Desa/Kecamatan Ngaringan. Bangunan semacam gorong-gorong ini merupakan saluran distribusi air dari Bendung Dumpil bagian kiri.

Informasi yang didapat menyebutkan, patahnya siphon diperkirakan terjadi Rabu (21/12/2016) malam. Kerusakan itu sebelumnya disebabkan longsornya tanggul yang ada di atas siphon.

Kemungkinan besar, patahnya konstruksi itu terjadi karena volume tanah yang lonsor terlalu banyak. Hal ini menjadikan konstruksi siphon tidak kuat menahan beban sehingga patah.

Kepala Dinas Pengairan Grobogan Subiyono mengatakan, siphon itu digunakan untuk mengalirkan pasokan air dari Bendung Dumpil ke areal sawah di Kecamatan Ngaringan dan Pulokulon. Akibat patahnya siphon maka pasokan air untuk areal pertanian jadi terhambat.

“Areal sawah di sana masih tadah hujan dan selama ini mengandalkan pasokan air dari Bendung Dumpil. Kalau tidak ada hujan maka kondisi sawah bisa kekurangan air karena kerusakan pada siphon tadi. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena saat ini petani sedang masa tanam padi,” katanya pada wartawan.

Dijelaskan, area tanaman padi yang dialiri siphon tersebut cukup luas karena menjangkau beberapa kecamatan. Diperkirakan, areal yang dialiri air Bendung Dumpil lewat siphon itu 2.066 Ha.

Subiyono menambahkan, kewenangan perbaikan bendung ada pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pihaknya mengaku telah menghubungi BBWS untuk segera menyiapkan langkah perbaikan.

“Teman-teman dari BBWS sejak kemarin sudah di lokasi untuk memetakan rencana perbaikan. Kami berharap patahnya siphon segera ditangani karena petani sedang butuh air,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...