Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Janji Kontraktor Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Gagal Ditepati

img_20161222_185522_989
Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang belum bisa selesai tepat waktu. (MuriaNewsCom /DaniAgus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kemegahan Alun-alun Purwodadi, gagal di nikmati, hari ini. Sebab, janji menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang dilontarkan rekanan pelaksana proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata hanya omong kosong. Buktinya, sampai batas akhir pengerjaan pada Kamis (22/12/2016), proyek tersebut belum rampung 100 persen.

Sebelumnya, pihak PT Aditya Mulya Pratama selaku rekanan sudah menjanjikan bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Seperti ketika didatangi anggota Komisi C DPRD Grobogan dan dilanjutkan rapat dengan pendapat beberapa waktu lalu.

Kemudian, janji menyelesaikan pekerjaan juga disampaikan pada Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melakukan sidak proyek tersebut. Tidak hanya sekali, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu bahkan sempat dua kali menyambangi lokasi proyek bersama jajaran FKPD.

Dari pantauan di lapangan, menjelang sore tadi, masih banyak pekerja yang melakukan aktivitasnya seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan, hingga menjelang magrib, sejumlah pekerja masih ada yang membereskan lokasi proyek yang belum selesai dikerjakan.

Indikasi tidak rampungnya proyek senilai Rp 10,3 miliar itu juga bisa dilihat dengan masih terpasangnya pagar pengamanan sekeliling alun-alun dari seng. Biasanya, jika satu proyek sudah rampung maka pagar sekeliling sudah dibongkar pada hari terakhir batas waktu penyelesaian pekerjaan.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya menyatakan, proyek revitalisasi alun-alun sampai batas akhir kontrak tidak bisa rampung 100 persen. Progres terakhir, pelaksanaan pekerjaan baru mencapai angka 95 persen.

“Sesuai kontrak proyek ini harus selesai dikerjakan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai hari ini, 22 Desember 2016. Saat ini, progres terakhirnya masih 95 persen,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi ini, pihak rekanan masih dikasih kesempatan menyelesaikan pekerjaan hingga mendekati akhir tahun. Namun, rekanan akan dikenakan denda sesuai ketentuan.

“Pekan depan perkembangan pelaksanaan proyek ini akan kita rapatkan dengan semua tim. Nanti, akan kita ambil keputusan lebih lanjut dalam rapat itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami 

 

Comments
Loading...