Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Peternak Bebek di Rembang Dipusingkan dengan Gempuran Telur dari Jawa Timur

Arif, salah seorang peternak bebek di Kelurahan Sidowayah, Rembang, sedang mengandangkan bebeknya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah peternak bebek di Kabupaten Rembang, sejak sepekan lalu dipusingkan dengan adanya gempuran telur bebek dari wilayah Blitar, Jawa Timur yang masuk ke Rembang. Hal tersebut, membuat para peternak mengalami kerugian.

Manto, salah satu peternak bebek di Kelurahan Sidowayah mengatakan, telur-telur bebek yang didrop dari wilayah Blitar tersebut, harganya berada di bawah telur yang dijual peternak dari Rembang sendiri. Sehingga, banyak warga yang beralih ke telur dari wilayah Blitar tersebut.

“Terus terang, harganya memang lebih murah dari milik kami. Namun demikian, murahnya harga telur tersebut, karena dipengaruhi ukuran telur bebek yang lebih kecil daripada produksi peternak-peternak bebek di Rembang,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, untuk telur-telur bebek dari peternak di Rembang, dijual di pasaran dengan harga Rp 1.500 hingga Rp 1.700. Sedangkan telur bebek yang berasal dari Blitar, dijual dengan harga di bawah peternak asal lokal.

Menurutnya, untuk biaya pemeliharaan, setiap harinya, peternak bisa mengeluarkan uang Rp 480 ribu untuk 500 ekor bebek. Jumlah tersebut, untuk membeli pakan dari bekatul, kepala ikan dan konsentrat. “Setiap hari biasanya bisa menghabiskan 1 kuintal bekatul, 70 kilogram kepala ikan dan 10 kilogram konsentrat. Sedangkan jika harga telur Rp 1.500 per butir, dan setiap hari hanya menjual sekitar 250 butir, maka cuma mendapatkan Rp 375 ribu saja. Itu artinya, belum bisa mengembalikan modal pakan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...