Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Polres Rembang Kembali Amankan Kosmetik Ilegal

Petugas dari Sat Res Narkoba Polres Rembang saat melakukan pemeriksaan terhadap obat kecantikan dan kosmetik ilegal dari salah satu toko di Rembang, Senin (19/12/2016). (Dok. Humas Polres Rembang)
Petugas dari Sat Res Narkoba Polres Rembang saat melakukan pemeriksaan terhadap obat kecantikan dan kosmetik ilegal dari salah satu toko di Rembang, Senin (19/12/2016). (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Sat Res Narkoba Polres Rembang kembali mengamankan obat kecantikan dan kosmetik ilegal. Kali ini, polisi mengamankan kosmetik ilegal tersebut dari sebuah toko Ita Fashion milik Ita Noviana di Dukuh Grajen, Desa Sumberejo, Kecamatan Kota Rembang, Senin (19/12/2016).

Kasatresnarkoba, AKP Bambang Sugito mengatakan, ditemukannya kembali sejumlah obat kecantikan dan kosmetik ilegal tersebut tak lain berdasarkan informasi dari warga melalui layanan website milik Sat Res Narkoba mengenai adanya aktivitas penjualan kosmetik yang mencurigakan.

“Benar saja, saat petugas melakukan pengecekan di lapangan, ditemukan obat kecantikan dan kosmetik tidak sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” ujarnya.

Dari barang bukti yang diamankan, total ada 129 obat dan kosmetik ilegal berbagai jenis. Beberapa obat dan kosmetik ilegal yang diamankan itu antara lain adalah cream merk HN, sabun batangan berwarna putih, toner tubuh, body lotion, serta lipstik merk Kissproof.

Selain itu, ada juga sabun wajah merk A-Dha, serum wajah merk Animate, sabun susu beras Thailand merk K Brother Soap, pemutih ketiak merk Shin Khurim, bedak merk 88 Bounce Uo Pact, masker wajah Naturo serta lipstik warna hijau.

“Pengungkapkan untuk kali kedua dalam sepekan kosmetik ilegal ini berdasarkan pemetaan petugas. Sasaran pemetaan adalah klinik, salon dan toko penjual kosmetik yang ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atas kasus penemuan obat dan kosmetik ilegal. Barang bukti sudah dikirimkan ke laboratorium kosmetik dan melakukan koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta BPOM Semarang.

“Kami masih melakukan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Pengawasan dan pemetaan masih kami lakukan terhadap klinik kecantikan, salon dan toko kosmetik di Rembang,” pungkasnya.

 Editor : Kholistiono

Comments
Loading...