Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ali Mustofa, Warga Gembong yang Sukses Jadi Jutawan Karena Jamur Tiram

 Sejumlah karyawan UD Agro Muria tengah bekerja membuat baglog bibit jamur. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Sejumlah karyawan UD Agro Muria tengah bekerja membuat baglog bibit jamur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ali Mustofa (32), pengusaha muda asal Desa Ngembes RT 2 RW 12, Kecamatan Gembong, Pati berhasil menjadi jutawan karena usahanya di bidang holtikultura jamur tiram. Dimulai dari usaha mandiri pada 2008, Ali berhasil menjadi supplier bibit jamur, penyedia jamur, hingga menerima hasil jual dari mitra binaan petani.

Ali sadar, kebutuhan pasar akan jamur tiram di wilayah Pati dan Kudus masih kekurangan stok. Peluang itu yang dimanfaatkan Ali untuk membangun usaha jamur tiram dengan sistem kemitraan. Dengan begitu, stok jamur tiram yang dipanen bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Saya mulai membangun usaha mandiri pada 2008 hingga 2010. Awalnya membuat bibit jamur sendiri, budidaya hingga mengolah sendiri hasil jamur untuk dijual. Pada 2012, saya mulai membuka sistem kemitraan dengan petani binaan untuk memenuhi kebutuhan stok jamur,” ujar Ali saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Minggu (18/12/2016).

Sampai saat ini, Ali membuka peluang kepada petani untuk menjalin kemitraan. Ali menyediakan bibit jamur, hasilnya akan ditampung. Ali menegaskan, petani pemula tidak perlu takut bermitra dengannya. Sebab, petani pemula mendapatkan pembinaan dari pembuatan kandang, perawatan, hingga hasil akhir yang akan ditampung.

Terkait dengan harga tampung mitra binaan, Ali tidak bermain dengan harga pasar. Namun, dia membuat perjanjian di awal sebagai patokan. Pada 2016, misalnya. Harga tampung mitra binaan dipatok Rp 10 ribu per kilogram.

Dalam mengelola usaha jamur, Ali sudah memiliki 24 karyawan yang dibagi menjadi dua shift, masing-masing shift sebanyak 12 karyawan. Dengan 24 karyawan, Ali bisa memproduksi sekitar 3.500 bibit jamur per hari.

Di akhir 2016, dia akan membuat cabang baru di wilayah Gembong yang diharapkan bisa memproduksi 5.500 bibit jamur setiap hari. Hal itu diharapkan agar petani tidak menunggu terlalu lama.

Usaha UD Agro Muria yang dirintis Ali dari nol terus berkembang, hingga memiliki 152 anggota mitra binaan yang tersebar di berbagai daerah, seperti Pati, Kudus, dan Rembang. Anggota kemitraan lama yang sudah berjalan tersebar di Bandung, Purwakarta, Brebes, Tasikmalaya, Cilacap, Banyuwangi, Tuban, hingga Bojonegoro.

Untuk menjadi petani jamur yang bermitra dengan Ali tidak ada batasan minimal bibit yang mesti dikembangkan. “Tidak ada batasan minimal berapa bibit yang akan dibudidayakan, kita siap bermitra. Namun, rata-rata mitra binaan yang jalan rata-rata di atas 10.000 bibit,” tutur Ali.

Dengan produksi 3.500 baglog setiap hari, Ali bisa menghasilkan omzet sekitar Rp 6,5 juta per hari. Tak pelak, Ali sanggup mengantongi omzet sekitar Rp 195 juta per bulan dengan keuntungan bersih sekitar 40 persen.

Lulusan Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang yang lahir pada 28 Maret 1984 ini sudah memiliki dua anak, Aisyah Mufidatul Auliya (6) dan Ahmad Naufal Arrasyid (2). Di usianya yang terbilang masih sangat muda, Ali menjadi pengusaha yang sukses bergelut di bidang budidaya jamur tiram.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...