Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kepala SMPN 7 Pati Tepis Tudingan Jika Haryanto Kampanye di Sekolah

626
 Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty (kiri) saat memenuhi panggilan Panwaslu Pati, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)
Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty (kiri) saat memenuhi panggilan Panwaslu Pati, Jumat (16/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kehadiran Calon Bupati Pati Haryanto pada acara Ultah SMPN 7 Pati, 10 Desember 2016 lalu dipersoalkan relawan kotak kosong. Kehadiran cabup di institusi pendidikan dianggap menyalahi aturan, karena diduga menjadi ajang kampanye.

Namun, tudingan itu ditepis Kepala SMPN 7 Pati Anita Adrianty. “Tidak ada tendensi apa-apa. Pak Haryanto kami undang, kapasitasnya sebagai Pembina PMR dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pati,” ungkap Anita kepada MuriaNewsCom, usai menghadiri pemeriksaan dari Panwaslu Pati, Jumat (16/12/2016).

Selain itu, kata Anita, audiens dalam kegiatan Ultah SMPN 7 Pati merupakan murid SMPN 7 Pati sehingga bukan pemilih. Karena itu, dia tidak habis pikir bila ada pihak-pihak yang menuding Haryanto melakukan kampanye di SMPN 7 Pati.

“Itu kegiatan pencanangan komitmen sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Hari Jadi SMPN 7 Pati ke-31 kita canangkan untuk menuju Adiwiyata. Kami undang Pak Haryanto sebagai Pembina PMR dan Ketua PMI. Sebab, untuk menuju Adiwiyata Nasional, perlu proses dari tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” imbuh Anita.

Kehadiran Haryanto juga diakui hanya sebatas makan dan bernyanyi. Terlebih, kedatangan Haryanto pada saat acara akan selesai. Hal itu yang membuat Anita menyayangkan sikap sejumlah pihak yang menuding kegiatan tersebut sebagai aktivitas kampanye.

Sebelumnya, Sutiyo, Ketua Relawan Kotak Kosong yang merupakan warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus melaporkan Haryanto kepada Panwaslu. Sutiyo mempersoalkan kedatangan Haryanto ke SMPN 7 Pati, lantaran dianggap sebagai pelanggaran pemilu.

“Kehadiran Pak Haryanto difasilitasi Kepala SMPN 7 Pati, sehingga Kepala SMPN 7 Pati juga telah melakukan pelanggaran. Sebagai pegawai negeri sipil (PNS), mestinya bersikap netral,” ucap Sutiyo.

Namun, Anggota Panwaslu Pati Ahmadi memastikan bila laporan dari Sutiyo bakal ditolak. Pasalnya, kedua saksi yang disodorkan Sutiyo tidak memenuhi syarat. Saksi pertama merupakan anak di bawah umur, sedangkan saksi kedua tidak berada di lokasi dan hanya mendengar cerita dari saksi pertama.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.