Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

3 Ribu Pedagang Pasar Kliwon Tak lagi Bayar Retribusi Pakai Karcis

Bupati Kudus Musthofa menandatangani  pembayaran menggunakan sistem online. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembayaran retribusi para pedagang pasar Kliwon, yang biasanya menggunakan karcis kini diganti dengan online. Hal itu menyusul diberlakukannya perluasan elektronifikasi transaksi, yang diberlakukan untuk pedagang pasar Kliwon, Kamis (15/12/2016)

Jumlah pedagang pasar Kliwon Kudus, sekitar tiga ribu. Semua pedagang, sudah mulai melakukan pembayaran secara online atau trasfter ke rekening yang sudah ditetapkan Pemkab Kudus.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti mengatakan, model baru tersebut sudah dapat digunakan para pedagang di Kliwon. Sebab, saat pembukaan tadi sudah dilakukan percobaan oleh beberapa pedagang dengan membayar retribusi secara langsung. 

“Biasanya ada petugas yang menarik ke tiap los dan kios di Kliwon. Namun ke depan tidak ada lagi yang demikian, karena pedagang tinggal mentransfer saja. Jadi lebih mudah,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Iskandar Sorangkir, perwakilan BI Wilayah Jateng mengatakan dalam sambutan, dengan menggunakan sistem online, maka transaksi akan lebih transparan. Selain itu, pembayaran juga akan lebih mudah dan juga lebih praktis.

“Kudus termasuk wilayah yang bagus dalam percepatan ini. Mungkin bisa dikembangkan dengan wilayah lain dan Kudus juga dapat menjadi percontohan ke depan nanti,” ungkapnya saat sambutan di halaman pasar Kliwon.

Menurutnya, di Kudus sudah ada dua lokasi yang menerapkan model pembayaran secara online. Pertama adalah Pasar Kliwon, yang bekerjasama dengan BRI. Sedangakan kedua adalah pembayaran di RSUD Dr Loekmono Hadi yang menggunakan BNI. 

Lebih jauh  dikatakan, pembayaran selama ini masih didominasi dengan pembayaran secara tunai. Setidaknya 99,4 persen, pembayaran masih menggunakan secara tunai. Hal itu menjadi sasaran baginya yang mengarahkan ke nontunai.

“Bahkan bank saja masih eksklusif. Dari data yang kami miliki, dari jumlah penduduk yang ada hanya 20 persen saja yang sudah menggunakan bank atau menabung di bank. Sedangkan sisanya belum,” ungkapnya.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, dengan model semacam itu akan mempermudah dalam hal pembayaran. Hal itu juga dimulai dari pembayaran retribusi pasar Kliwon, yang diharapkan akan diikuti pasar lain dan juga bidang lain seperti parkir, pajak, dan sebagainya.

“Saya tahu hal yang baru akan terlihat aneh. Tapi itu hanya karena belum terbiasa saja. Kalau terbiasa harus bisa dipertahankan,” ungkapnya. 

Editor : Akrom Hazami 

Comments
Loading...