Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Kosmetik Ilegal Diamankan Polres Rembang

309
Ratusan kosmetik ilegal yang diamankan petugas Satres Narkoba Polres Rembang, dari rumah Rinawati, warga Desa Pulo, Rembang. (Dok. Humas Polres Rembang)
Ratusan kosmetik ilegal yang diamankan petugas Satres Narkoba Polres Rembang, dari rumah Rinawati, warga Desa Pulo, Rembang. (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Satres Narkoba Polres Rembang mengamankan ratusan kosmetik illegal berbagai jenis dari seorang pengedar yakni Rinawati (29), RT 2 RW 2 Desa Pulo, Kecamatan Kota Rembang.

Aparat mengamankan ratusan kosmetik dari rumah Rinawati tersebut, karena, kosmetik yang dijual secara bebas itu tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan resmi alias illegal. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, jika ada kosmetik dan kecantikan illegal yang dijual secara bebas. Kemudian, kami langsung bergerak dan berhasil mengamankan ratusan kosmetik illegal itu pada Selasa (13/12/2016) lalu,” ujar Kasatresnarkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito.

Dari pengakuan Rinawati di hadapan polisi, kosmetik yang dijual tersebut didapat dari seorang penyedia secara online. Selama ini pemilik sudah biasa mendapatkan kiriman barang tersebut secara paket.

“Pemilik ini dapat barang secara online. Ia transfer uang, kemudian dikirim barang itu ke rumahnya. Sesekali memang ada supplier yang datang ke rumahnya, tapi selalu ganti-ganti sehingga dia tidak menghafal,” jelas Bambang.

Ia katakan, beberapa obat yang dijual bebas itu, rata-rata berbentuk kapsul dan krem untuk perawatan kulit tubuh dan wajah. “Total ada 342 dan 41 jenis obat dan kosmetik ilegal yang sementara ini kami amankan. Obat dan kosmetik ini tidak dilengkapi dengan memenuhi standar standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan cara distribusi obat yang baik (CDOB). Sebagian besar tidak dilengkapi dokumen dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.