Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Muncul Power Rangers di Daftar Nama Penolak Pabrik Semen Rembang

216
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Selasa (13/12/2016). (Dok. Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom,Rembang – Bukti-bukti yang menjadi pertimbangan majelis hakim atas peninjauan kembali (PK) terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, cukup disesalkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut berkaitan dengan identitas sejumlah warga yang masuk daftar penolak keberadaan pabrik semen di kawasan Kendeng. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan terkait identitas penolak pabrik semen tersebut.

Gubernur menyebutkan, dalam daftar 2.501 warga penolak, kata gubernur, beberapa di antaranya terdapat identitas yang janggal. Seperti pada urutan 1.906 tertulis nama Saeful Anwar dengan alamat Manchester, pekerjaan Presiden RI, kemudian urutan 107 atas nama Sudi Rahayu, alamat Amsterdam, pekerjaan menteri, pada nomor 1.914 tercatat Zaenal Muklisin, alamat Rembang, pekerjaan Power Rangers. Adapula nama nomor 1.913 atas nama Bobi Tri S, alamat Rembang pekerjaan Ultraman, serta Fajar Hidayat, alamat Lasem pekerjaan musisi.

“Kalau kita sedang bercanda boleh saja, tetapi ini menjadi bahan pertimbangan oleh hakim, jangan bercandalah pak hakim. Saya ingin sampaikan ke publik bahwa Gunretno ternyata tidak mengenal beberapa nama yang tercantum dalam daftar warga penolak Semen Rembang. Beberapa orang mungkin betul warga setempat, namun sebagian lain fiktif. Masak hakim tidak mempertimbangkan yang seperti ini, ada presiden ada menteri di Amsterdam, ini pasti fiktif, dan kalau fiktif itu penipuan tidak?” ujar Ganjar saat dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, yang disiarkan beberapa stasiun radio, Selasa (13/12/2016).

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menjelaskan, beberapa pertimbangan majelis hakim dalam peninjauan kembali yang intinya menyatakan, izin penambangan batal karena dokumen Amdal PT Semen Indonesia cacat prosedur. Hal itu antara lain karena adanya penolakan 2.501 warga Rembang, sehingga tidak ada keterlibatan perwakilan masyarakat. Selain itu pada dokumen Amdal tidak ada solusi konkret atau penanggulangan kebutuhan air bersih masyarakat dan kegiatan pertanian.

Editor : Kholistiono

Ruangan komen telah ditutup.