Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Akhirnya Jembatan Banyu Semurup Rahtawu Kudus Dibenahi

Warga saat mengamati jembatan Banyu Semurup Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Warga saat mengamati jembatan Banyu Semurup Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus akhirnya membenahi Jembatan Banyu Semurup Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog,  Pembenahan jembatan yang nyaris ambrol itu, menggunakan anggaran pemeliharaan rutin dinas.

Kepala Dinas BPESDM Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pembenahan yang dilakukan tidak didirikan bangunan secara utuh. Hal itu menyangkut pembiayaan yang terbatas dari anggaran pemeliharaan secara rutin itu.

“Diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta. Pembangunan tidak dapat dilakukan secara total. Kami hanya akan membongkar bagian atas jembatan, dan mengganti dasaran kayu dengan besi,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (13/12/2016).

Selain itu, kata Sam’ani, bagian atas jembatan juga bakal dicor beton. Kemudian,  untuk memperkuat dinding jembatan,  tiang jembatan yang retak juga akan dibenahi. Pelaksanaan pembongkaran jembatan, lanjutnya, sudah dimulai Minggu (11/12/2016). Perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, lantaran lokasi yang berada di atas dan juga pembangunan yang tak seluruhnya.

Pembongkaran dilakukan pada separuh jembatan, sedang sisi lain digunakan untuk akses satu- satunya menuju Desa Rahtawu. Akses itu dipakai masyarakat agar tetap bisa lalu lalang.

Jembatan Banyu Semurup memiliki panjang 10 meter, lebar 6 meter dan melintang di atas sungai berkedalaman sekitar 15 meter. Jembatan dibangun sekitar tahun 1970-an , memiliki kondisi di salah satu jalan ujung jembatan  berlubang dengan diameter sekitar 40 cm dan berpotensi semakin melebar. Selain itu salah satu pilar sudah mulai muncul retakan dan bagian lain tergerus air.

“Kami tak bisa membiarkan kondisi semacam itu berlangsung lama. Sebab kondisinya akan semakin membahayakan jika tak segera ditangani dan dampaknya akan semakin besar,” ujarnya.

Dengan perbaikan sementara yang dilakukan, akan mampu menambah usia jembatan hingga 10 tahunan. Hal itu dianggap lebih baik, ketimbang jembatan dibiarkan tanpa penanganan.  Sebagaimana diketahui, jembatan Banyu Semurup  alokasikan sekitar Rp 2 miliar melalui APBD 2017. Hanya anggaran tidak bisa disetujui sehingga pembangunan tidak bisa dilakukan. Padahal kini jembatan mulai bolong dan keropos.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...