MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Pati

212
 Mahasiswa PMII Komisariat Joyokusumo STAIP menggelar aksi unjuk rasa dan teatrikal di depan Kantor DPRD Pati, Jumat (9/12/2016), memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Mahasiswa PMII Komisariat Joyokusumo STAIP menggelar aksi unjuk rasa dan teatrikal di depan Kantor DPRD Pati, Jumat (9/12/2016), memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyokusumo Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) unjuk rasa di depan Kantor DPRD Pati, Jumat (9/12/2016). Unjuk rasa dilakukan untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia.

Sejumlah petugas kepolisian dan Satpol PP tampak menjaga ketat aksi unjuk rasa yang diiringi aksi teatrikal tersebut. Dalam aksi teatrikal, mereka menggambarkan kondisi realitas bangsa yang dikuasai kaum elite. Harta rakyat dikuras untuk kepentingan elite yang membuat rakyat menderita.

Koordinator Aksi, Ahmad Tohir mengatakan, Hari Antikorupsi Sedunia menjadi momentum bagi mahasiswa sebagai agen kontrol sosial untuk menyerukan dan melawan koruptor. “Aksi ini digelar untuk menyadarkan siapa saja yang merasa korupsi untuk segera bertobat dan secepatnya kembalikan uang kepada rakyat, sebelum bau busuk itu dicium Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Tohir.

Selain itu, mereka menuntut supaya Pati bebas korupsi, supremasi hukum di Pati bisa tegak tanpa pandang bulu, tidak ada pungutan liar (pungli) yang membebani masyarakat, dan tidak ada politik uang pada Pilkada Pati 2017. Tuntutan itu disuarakan supaya Kabupaten Pati bebas dari tindak pidana korupsi.

“Rakyat tidak ingin korupsi tumbuh subur di bumi mina tani, rakyat tidak ingin pembangunan Pati tersendat karena kasus korupsi, rakyat Pati tidak ingin mati konyol karena pemimpinnya korupsi. Rakyat tidak ingin maling ayam dihukum berbulan-bulan, tapi koruptor dibiarkan bebas berkeliaran,” imbuh Tohir.

Editor : Kholistiono

HUT ke-293 Grobogan

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.