Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Pati Mulai Lirik Pakan Ternak Fermentasi

Eko Prayitno, anggota Komunitas Gagego Organik saat memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi di Gembong, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Selama ini, peternak konvensional masih mencari rumput dan dedaunan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak seperti sapi dan kambing. Cara tersebut saat ini dianggap tidak efisien dan memakan waktu yang lama.

Untuk mengantisipasi kendala efisiensi waktu, warga Pati mulai melirik pakan ternak fermentasi. Selain soal efisiensi, nutrisi tumbuhan pada pakan ternak fermentasi bisa diserap lebih cepat oleh hewan ternak.

“Saat proses fermentasi berlangsung, selulosa dari tumbuhan akan pecah. Ketika selulosa yang pecah itu dimakan hewan ternak, maka jalur pencernaan pada perut ruminansia lebih singkat sehingga nutrisi pada pakan mudah dicerna hewan,” ujar Ketua Komunitas Gagego Organik Pati, Eny Prasetyowati, Rabu (7/12/2016).

Dalam implementasinya, Eny mengaku sudah beberapa kali membuat pelatihan pakan ternak fermentasi kepada warga Pati. Salah satu yang dihadirkan sebagai trainer, antara lain Eko Prayitno, anggota Komunitas Gagego Organik dari Grobogan.

Pelatihan pakan ternak fermentasi diharapkan bisa menjawab kebutuhan peternak di Pati agar bisa menghemat waktu dan tidak mencari pakan ternak setiap hari. “Keberadaan asam lemak yang menurunkan pH bisa membuat bakteri perusak tidak bisa hidup. Itu yang membuat pakan ternak fermentasi awet dan bisa menjadi persediaan makanan bagi ternak,” imbuh Eni.

Sementara itu, Eko menjelaskan, pakan ternak fermentasi bisa dibuat dari berbagai tanaman, seperti rumput, daun singkong yang sudah dilayukan, daun jagung, daun nangka, enceng gondok, dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut dicacah, dicampur dedak, ampas tahu dan starter.

“Semua bahan dimasukkan dalam tong plastik dengan diinjak-injak supaya benar-benar rapat. Ditutup plastik, kemudian ditutup supaya menjadi anaerob. Setelah itu, seminggu sudah bisa dipakai dengan diangin-anginkan terlebih dulu, sebelum dikasihkan hewan ternak,” ucap Eko.

Menurutnya, pakan ternak fermentasi bisa menjadi alternatif yang tepat untuk efisiensi waktu. Meski demikian, peternak yang ingin mencari rumput atau dedaunan setiap hari tidak menjadi masalah. Hanya saja, pakan ternak fermentasi diharapkan bisa menjawab kebutuhan peternak yang sibuk dan enggan mencari pakan setiap hari.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...