Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria di Grobogan yang Tega Bunuh Istrinya Ini Bercucuran Air Mata Saat Jalani Reka Ulang

Tugiyono saat memeragakan beberapa adegan pembunuhan yang dilakukan terhadap istrinya dalam proses rekonstruksi (Dok. Polres Grobogan)
Tugiyono saat memeragakan beberapa adegan pembunuhan yang dilakukan terhadap istrinya dalam proses rekonstruksi (Dok. Polres Grobogan)

MuriaNewsCom,Grobogan – Tim penyidik dari Satreskrim Polres Grobogan menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan seorang guru SD yang dilakukan suaminya sendiri, Rabu (7/12/2016).

Pelaksanaan rekonstruksi tidak dilakukan di tempat kejadian di Dusun Beber, Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo. Tetapi dilangsungkan di salah satu rumah warga Kampung Sambak, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi.

Dalam rekonstruksi tersebut, Tugiyono (43) yang diduga jadi pelaku pembunuhan terhadap istrinya diminta memperagakan 16 adegan. Mulai dari saat korban Endang Listyowati (40), pulang naik sepeda motor, cekcok yang berujung dibabatnya perut korban dengan bendo hingga pelaku melarikan diri dari pintu belakang setelah membantai istrinya. Pada rekonstruksi ini, sosok korban diperankan Bripda Nur Aida.

Saat menjalani proses rekonstruksi, Tugiyono terlihat gemetar. Bahkan, pada beberapa adegan, pria yang sehari-hari bekerja jadi kernet mikrobus itu jurusan Purwodadi-Wirosari itu sempat terlihat menitikkan air mata.

Terlebih, saat muncul sosok Bripda Renti yang dalam rekonstruksi berperan sebagai anak pelaku bernama Galuh yang masih berusia 8 tahun. Saat kejadian, bocah itu sempat menyaksikan peristiwa tersebut. Beberapa kali, Tugiyono sempat terdengar menyebut nama anak keduanya itu dengan suara lirih.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menyatakan, proses rekonstruksi sengaja tidak dilakukan di lokasi kejadian. Salah satu alasannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, reka ulang kita lakukan tidak di tempat terjadinya pembunuhan. Dalam rekonstruksi tadi, kita juga melibatkan banyak personel untuk melakukan pengamanan. Secara keseluruhan, rekonstruksi berjalan lancar,” ujarnya pada wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Tugiyono terhadap istrinya itu terjadi, Minggu (27/11/2016) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban yang bekerja jadi guru PNS di SDN Putatsari 01, Kecamatan Grobogan baru pulang setelah beberapa hari mengikuti pelatihan. 

Begitu sampai rumah, pasangan suami istri itu kemudian terlibat pertengkaran. Kemudian, Tugiyono sempat menghantam istrinya dengan kursi kayu. Tidak berhenti di situ, Tugiyono selanjutnya mengambil sebilah bendo yang terselip di dinding rumah dan menyabetkan senjata tajam itu ke perut istrinya hingga ususnya terburai keluar.

Usai melakukan aksi sadisnya, Tugiyono sempat kabur lewat pintu belakang ketika tetangganya berdatangan ke rumah. Sebelum akhirnya ditangkap selepas subuh, Tugiyono sempat mencoba bunuh diri dengan minum racun dan menceburkan diri ke dalam sumur di areal sawah. Namun, upaya bunuh diri itu gagal.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...