Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Juremi Hanyut Terseret Arus saat Menyeberang Sungai Gampeng

Petugas dari BPBD sedang melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut di Sungai Gampeng, Rabu (7/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Juremi (57) hanyut terbawa arus Sungai Gampeng, di Desa Jeruk, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Juremi, yang merupakan warga Desa Jeruk RT 4 RW 1, hanyut terseret arus ketika menyeberang sungai tersebut, pada Rabu (7/12/2016).

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika Juremi yang merupakan buruh tani tebu hendak menyeberang sungai bersama rekannya Watari dan Sumaji, usai pulang bekerja di persawahan tebu. Insiden ini, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saat itu, saya beserta Sumaji dan Juremi hendak menyeberang sungai. Juremi menyeberang dahulu dan di tengah perjalanan atau sampai tengah sungai, Juremi tiba-tiba terseret arus sungai,” kata Watari, saksi mata yang juga rekan korban.

Melihat rekannya terseret arus sungai tersebut, kemudian, Watari dan Sumaji mencoba melakukan pertolongan dengan berlari di tepi sungai. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil. Mereka berdua kemudian juga mencoba menyisir sungai, namun, korban belum bisa ditemukan dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa.

Sementara itu, Kepala Desa Jeruk Nyiwarti mengatakan, Sungai Gampeng tersebut kedalamannya sekitar  2 meter. Namun, arus yang ada di bawah cukup kencang. Terlebih di saat musim hujan seperti saat ini.

“Untuk kejadian semacam ini memang baru kali pertama. Sebab selama ini orang-orang yang menyeberang di sungai aman. Mungkin, karena pada saat korban menyeberang, arus sungai cukup deras, karena usai hujan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini tim dari BPBD, Polsek Pancur sedang melakukan pencarian terhadap korban, dengan menyisir Sungai Gampeng. Pencarian terhadap korban dimulai dari titik TKP hingga ke hilir sungai.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...