Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Kata Kapolres Kudus soal Berita Medsos

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Media sosial (medsos) menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Hanya, ada pesan dari Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai terkait dengan isi medsos itu sendiri. 

Kapolres mengatakan, jika di media mainstream ada struktur organisasinya seperti wartawan dan redaktur sampai pemimpin redaksi, maka di medsos hal itu sama sekali tidak ada. “Tidak ada strukturnya kalau di medsos. Tinggal ketik kemudian di-share di medsos. Dan itu yang terjadi sekarang ini,” katanya dalam acara pelatihan jurnalistik yang diadakan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Muria Raya, bekerja sama dengan Polres Kudus dan Kodim 0722 Kudus, Selasa (6/12/2016). 

Jika beritanya yang dibuat atau di-share berisi informasi yang jelas dan benar, menurut Kapolres, hal itu tidak akan menjadi masalah. “Tapi kalau informasinya tidak jelas, bahkan menjurus ke fitnah, maka hal itu akan menjadi masalah. Karena itu membahayakan,” tegasnya.

Bahaya yang dimaksud Kapolres adalah terkait dengan opini atau tanggapan dari masyarakat yang membacanya. Karena bisa saja muncul opini yang berbagai macam, dan belum tentu semua benar. “Persepsi masyarakat akan bermacam-macam soal info yang di-upload di medsos. Ini yang akan bisa membahayakan, karena mereka tidak melakukan kroscek terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebagai aparat kepolisian dan anggota TNI, menurut kapolres, harus bisa menjadi stabilisator dalam menanggapi munculnya fenomena tulisan-tulisan di medsos tersebut. Termasuk juga menciptakan tulisan-tulisan yang bisa membuat adem situasi.  “Kita harus bisa menetralisir situasi, dengan membuat tulisan-tulisan yang baik. Lantas akan kita share juga, sebagai bentuk kita memang ingin situasi tetap kondusif. Tulisan-tulisan kita harus bisa mengimbangi tulisan-tulisan di medsos yang cenderung provokatif tadi,” tegasnya.

Karena itu, anggota polisi dan TNI juga harus mengetahui bagaimana cara membuat berita yang baik. Sehingga bisa menjadi cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat. “Kita harus mengemas kegiatan kita dalam tulisan yang baik. Sehingga bisa menjadi jembatan kita berkomunikasi dengan masyarakat. Tidak hanya ketemu secara langsung, tapi juga lewat media-media lain,” imbuhnya.
Editor: Merie

Comments
Loading...