Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tukang Becak, Ojek dan Kusir Wisata Menara Berdemo di Depan Kantor DPRD Kudus

Para pendemo dari kalangan tukang becak, dokar, dan ojek kawasan Menara, di kantor DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan tukang becak unjuk rasa di kantor DPRD Kudus, Selasa (6/12/2016). Bahkan ratusan ojek dan juga dokar serta angkutan lain juga ikut andil dalam aksi tersebut.

Abdillah, salah satu anggota paguyuban becak mengatakan dia beserta ratusan temannya menolak keras kebijakan pelarangan becak dari area wisata Menara Kudus tersebut.

Dia juga mengungkapkan soal kabar jika becak kemungkinan hanya bekerja malam hari.  Yang dibagi dengan kalender genap dan ganjil. Pihaknya menolak lantaran dianggap memangkas penghasilan sebagai jasa angkutan peziarah Sunan Kudus.

“Apakah kalian mau jika gaji kalian dipangkas sebagian? Kami menolak dengan adanya kebijakan tersebut,” imbuhnya.

Dia juga mengeluhkan soal lamanya lampu traffic yang ada di perempatan Jember. Bagi dia itu terlalu lama dan seharusnya dapat disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas. Tidak seperti sekarang yang dianggap lampu merah terlalu lama dan hijau sangat singkat.

Ulung Suharto, Ketua Paguyuban Ojek Bakalan Krapyak mengatakan, kemacetan yang banyak muncul di daerah kawasan Menara diakui karena keberadaan ojek, becak dan angkutan lainnya. Namun itu bukanlah tanpa alasan, lantaran pihaknya menilai petugas tidak tegas dalam bertindak.

“Kami meminta daerah Menara ke utara dapat dikosongkan. Dengan demikian kami dapat melalui jalan tersebut saat kembali ke Krapyak. Dan itu tidak akan membuat macet di kawasan Jember,” katanya di hadapan pimpinan dewan.

Selain itu, dia juga mengungkapkan kalau petugas tidak selalu siaga di titik macet. Seperti perempatan Jember misalnya, yang membuat para anggota paguyuban menjadi tak sungkan saat melanggar lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...