Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Paguyuban Becak Krapyak : Beri Rp 20 Juta Per Jiwa Jika Ingin Usir Kami dari Sini

ANGKUTAN WISATA MENARA KUDUS DIGANTI

Sejumlah penarik becak yang biasa beroperasi di Menara Kudus menunggu penumpang, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Sejumlah penarik becak yang biasa beroperasi di Menara Kudus menunggu penumpang, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Becak menjadi hal yang tidak diuntungkan dalam hal rencana penggusuran angkutan wisata Menara Kudus. Karena penarik becak rencananya akan dilarang beroperasi.

Muhaemin, Wakil Ketua Paguyuban Becak Bakalan Krapyak mengatakan,  pihaknya menolak keras kebijakan tersebut. Hal itu disebabkan mereka sudah lama menggantungkan nasib sebagai pengayuh becak.

“Mau bayar kami berapa dengan mengusir kami, kami ada 100 lebih tukang ojek, jika kami pergi dari sini boleh diganti dengan Rp 20 juta per becak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan kalau penghasilan sebagai becak memang tidaklah banyak. Rata-rata hanya mampu mengisi sekitar Rp 20 hingga Rp 30 ribu per hari. Jumlah itu dianggap lebih baik dibandingkan dengan dikasih uang beberapa juta lalu digusur.

Ia berharap pemerintah mampu memikirkan hal itu lagi. Sebab selama ini, kata dia, anggota paguyuban sudah mau ditata dengan baik. Sehingga tak ada alasan untuk meniadakan becak dari angkutan wisata.

“Kami mau makan apa jika diusir dari sini. Apa pemerintah tidak kasihan kepada kami sebagai warga kecil di Kudus ini?,” ungkapnya.

Tentang tindakan yang akan dilakukan, jelas paguyuban becak akan menolak kebijakan itu. Namun bentuk upaya yang akan dilakukan, hingga kini  masih belum ditemukan. Sebab pembahasan dari paguyuban becak juga belum dilakukan.

Selain itu, pihaknya tidak ingin anarkis dalam bertindak. Jika masih bisa dibicarakan dengan baik maka pihaknya menginginkan berbicara dengan cara yang baik.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...