Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Kabar Boleh Beroperasi, Tukang Ojek Puas

ANGKUTAN WISATA MENARA KUDUS DIGANTI

Tukang ojek mengangkut penumpang menuju makam Sunan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebijakan Pemkab Kudus melarang ojek, dokar, dan becak dari angkutan Menara masih menjadi polemik. Meski kini, para tukang ojek agak sedikit lega mendengar kabar kalau mereka masih diperbolehkan beroperasi.

Ulung Suharto, Ketua Paguyuban Ojek Bakalan Krapyak mengatakan pihaknya cukup lega jika ojek masih diperbolehkan beroperasi. Sebab mereka selama ini sudah bekerja bagus, serta merupakan warga asli wilayah tersebut.

“Silakan ada angkutan wisata atau angkutan apa, asal jangan gusur kami. Lagipula kami juga tidak menganggu angkutan wisata tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Paguyuban membawahi 260 tukang ojek di Bakalan Krapyak bukan hal yang mudah. Sebab hampir semuanya merasakan kekhawatiran jika sampai benar-benar tidak boleh beroperasi lagi sebagai tukang ojek.

Pihaknya mengancam kalau sampai mereka digusur, maka akan melakukan aksi penolakan. Aksi tersebut akan dilakukan setelah mereka menuntut penolakan secara langsung dan tertulis. Sehingga jika tidak ada tanggapan, pihaknya akan menggelar aksi.

“Hanya kami juga harus komunikasi lagi dengan anggota. Saya tidak bisa bergerak sendiri untuk hal itu,” ujarnya.

Senada juga dikatakan Aris, Ketua Paguyuban Ojek Menara Kudus. Ketua yang memiliki anggota sekitar 500 orang itu menyebutkan kalau tukang ojek dilarang diusir. Dan upaya apapun akan dilakukan guna menertibkan itu semua.

“Jika tidak diberi kesempatan ya kami akan aksi. Apapun akan dilakukan agar tidak tergusur dari mata pencaharian kami,” imbuh dia.

Dia juga mengatakan siap bersaing dengan angkutan jika tidak digusur. Lagi pula, dia menyebutkan kalau ojek Hanya bekerja pada malam hari, sedangkan siangnya dibebaskan untuk angkutan wisata.

“Kami siap bersaing, kalau memang masyarakat memilih angkutan, boleh. Tapi jangan usir kami dari ojek menara ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...