Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pendirian E-Warong di Jepara, Bupati Diminta Proaktif

e warung 2
Menteri Sosial Khofifah Parawansa saat mengunjungi kota ukir, Jepara pada Minggu (28/8/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Semua kepala daerah tingkat bupati maupun wali kota di Indonesia, termasuk di Jepara diminta pro aktif berkait pendirian Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong). Hal itu seperti yang disampaikan Menteri Sosial Khofifah Parawansa saat mengunjungi kota ukir, Jepara pada Minggu (28/8/2016).

Menurut Khofifah, bupati atau wali kota diharapkan proaktif terutama mempersetujui program dari Kementerian yang ia pimpin dalam rangka pembentuka E-Warong. “Dibutuhkan persetujuan dari bupati maupun wali kota untuk pembentukan E-Warong di tiap daerah,” kata Khofifah.

Lebih lanjut dia mengemukakan, tahun ini pihaknya menargetkan sekitar 300 E-Warong, dan tahun depan direncanakan mampu membuat 1.000 E-Warong yang tersebar di seluruh Indonesia. “Setiap ada seribu penerima raskin, maka ada satu E-Warong. Jadi penerima raskin yang setiap bulan mendapatkan bantuan bisa dikonversikan,” kata mantan ketua Muslimat NU tersebut.

Idealnya, untuk satu E-Warong melayani seribu keluarga miskin, atau sekitra 300 penerima program keluarga sejahtera. Tapi, kata Khofifah, ada tidaknya E- Warong di suatu daerah bergantung pada penyiapan sejumlah fasilitas di daerah. Pemda diharapkan berperan aktif agar ada E-Warong di tiap daerah.

E-Warong yang dibuat untuk memastikan bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran, tepat waktu, dan berkualitas tersebut merupakan program sinergis yang melibatkan Kemensos, Bulog dan pihak perbankan. “Alhamdulillah pihak perbankan menggratiskan dalam pembuatan kartu. Sebab diambilkan dari dana CSR-nya,” ucapnya.

Dalam teknis penggunaan E-Warong, para pemegang kartu yang merupakan penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam program keluarga sejahtera. Karena bekerjasama dengan Bulog, lanjutnya, maka harga yang ditawarkan lebih murah.

Bahkan, bagi pemegang KKS bisa dibeli dengan nontunai. Cukup dengan menggesekkan pada alat berupa Electronik Data Capture (EDC) yang akan mendebit dari rekening dari masing-masing keluarga PKH. “Sedangkan yang tak memegang kartu membayar secara tunai,” katanya.

Ke depan, imbuh Khofifah, E-Warong direncanakan akan mengintegrasikan semua bantuan sosial. Baik dari pusat, provinsi maupun daerah.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...