Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemilik Usaha Mikro Kecil Makanan di Jepara Didorong Ikut Sertifikasi Halal

Peserta mengikuti kegiatan sertifikasi halal kepada pelaku UMKM, di Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)
Peserta mengikuti kegiatan sertifikasi halal kepada pelaku UMKM, di Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemilik usaha mikro kecil jenis makanan didorong untuk mengikuti sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat tersebut sangat penting untuk menjaga kehalalan barang makanan yang diproduksi.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara Rierin Hariyanti. Menurutnya, selain mampu menjamin kehalalan produk makanan. Sertifikat halal juga penting untuk peningkatan kualitas produk makanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha.

“Selain itu juga untuk meyakinkan para konsumen mereka jika kualitas produk makanan mereka itu benar-benar halal. Sebab, seperti yang kita tahu bahwa label halal sangat penting bagi masyarakat kita,” ujar Rierin kepada MuriaNewsCom, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya, label halal sekarang ini sudah menjadi tren. Tidak hanya bagi masyarakat atau konsumen yang beragama Islam saja, melainkan juga dari yang non-muslim. Untuk itu, tidak ada ruginya mengikuti uji kehalalan makanan untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

“Kami di dinas ada program untuk menyelenggarakan uji kehalalan produk makanan usaha mikro kecil. Sudah dua tahun ini, dan untuk tahun ini kami hanya memiliki kuota untuk 14 pemilik usaha saja, terdiri dari pengusaha katering, kerupuk dan sejenisnya,” ungkapnya.

Program tersebut, lanjutnya, saat ini sudah memasuki tahap uji atau audit kehalalannya. Sebab, awal pekan kemarin sudah dilakukan sosialisasi sertifikasi halal dari MUI Jawa Tengah.

“Proses untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI tidak membutuhkan waktu lama. Hitungannya hanya beberapa pekan saja. Selain itu, biaya yang dibutuhkan juga cukup terjangkau bagi pemilik usaha,” terangnya.

Ia juga mengemukakan, tahun ini diakuinya hanya ada 14 kuota program sertifikasi halal bagi pemilik usaha mikro kecil. Dibanding tahun lalu, tidak jauh berbeda. Sebab, alokasi anggaran yang diambil dari APBD Jepara tersebut memang masih sangat minim.

“Kuotanya memang 14 saja, yang sempat daftar ada 16 pemilik usaha, Tetapi yang dua dengan sendirinya tidak ada kabar lagi. Kemungkinan mereka mengajukan sertifikasi halal sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk pengajuan dan pengurusan sertifikasi halal dari MUI secara mandiri sekitar Rp 2,5 juta. Untuk itu, pihaknya berharap para pengusaha untuk bersedia mengurus sertifikasi halal tersebut agar meningkatkan jaminan halal bagi konsumen.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...