Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

RRI dan RSI Sultan Agung Semarang Cegah Pemanasan Global Meluas

Rahardian Gingging dari RRI menanam bibit pohon disaksikan Dirut RSI Sultan Agung, dr Masyhudi.
Rahardian Gingging dari RRI menanam bibit pohon disaksikan Dirut RSI Sultan Agung, dr Masyhudi.

MuriaNewsCom, Kudus – Radio Republik Indonesia (RRI) menunjukkan komitmennya dalam upaya pelestarian alam. Dengan menggandeng RSI Sultan Agung, RRI menggalakkan penanaman ribuan pohon sebagai upaya penghijauan.

Demikian pesan dari Direktur Tekhnologi dan Media LPP RRI Drs Rahardian Gingging dalam prosesi penyerahan 500 bibit tanaman kepada RSI Sultan Agung Semarang, belum lama ini.

“Green radio adalah perhatian RRI sebagai upaya  menghambat pemanasan global secara perlahan sekaligus mendukung penghijauan,” ujar Rahardian di rilis persnya.

Senada dengan Rahardian, Dirut RSI Sultan Agung dr Masyhudi mengatakan pihaknya memang sangat fokus dengan upaya pelestarian lingkungan. Terlebih, secara geografis, letak RSI Sultan Agung berada di kawasan pantai yang cenderung panas dan berpotensi terkena rob.

“Penghijauan akan membuat lingkungan lebih asri dan nyaman lingkungan RSI Sultan Agung. Di samping itu fungsi tanaman yang dipercaya menjaga keseimbangan sistem air akan mencegah kita dari banjir dan gangguan alam lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Bowo Suryoko, dalam penyerahan bibit tanaman mengajak masyarakat untuk menggalakkan penanaman pohon di lingkungan masing-masing. Bahkan, pihaknya memberikan bibit pohon secara cuma-cuma kepada masyarakat yang akan melakukan penghijauan.

“Silakan bawa proposal nanti akan kami pelajari apa kebutuhannya dan kami berikan pohon secara gratis” ujarnya.

Adapun 500 jenis bibit pohon yang ditanam untuk penghijauan di lingkungan RSI Sultan Agung antara lain, 200 batang trembesi, 170 batang jenitri, 10 batang durian, 30 batang ketapang, 50 batang pachira, dan 10 bibit dewandaru.

Editor : Akrom Hazami

Comments
Loading...