Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Dorong Atlet Asal Pati Dulang Prestasi di PON XIX 2016

Bupati Pati Haryanto menyerahkan uang saku kepada salah satu atlet asal Pati yang akan bertolak ke Bandung dalam ajang PON XIX/2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Bupati Pati Haryanto menyerahkan uang saku kepada salah satu atlet asal Pati yang akan bertolak ke Bandung dalam ajang PON XIX/2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 MuriaNewsCom, Pati – Atlet dayung dan senam asal Pati punya peluang besar untuk mendulang emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang mulai dibuka di Bandung, Sabtu (17/9/2016) mendatang. Peluang emas itu muncul, karena nomor yang diikuti atlet asal Pati dalam cabang olahraga (cabor) tersebut bersifat perseorangan.

“Kami berharap agar cabang olahraga perseorangan bisa meraih emas. Kami juga berharap, atlet dayung dan senam asal Pati bisa memanfaatkan peluang emas itu dengan baik,” ujar Sapar, Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Pati, Rabu (24/8/2016).

Dari Pati, ada sepuluh atlet yang dikirimkan untuk mengikuti PON XIX/2016. Mereka adalah Nuke Tri Saputra dan Dayan Yusuf sebagai atlet basket, Evi Nurmalasari dan Lydiawati sebagai atlet dayung, Guntur, Arif Bustaman Sholeh, Rina Herma Saputri dan Diah Ayu Reva sebagai atlet senam, serta Ade Kurniawan dan Octa Wahyu AP sebagai atlet sepak bola.

Adapun pelatihnya adalah Supar yang melatih atlet senam dan Agung Permono sebagai pelatih atletik. Keduanya sudah lama dikenal sebagai pelatih yang acapkali melahirkan atlet berprestasi sampai pada level nasional. Hanya saja, atlet asal Pati cukup banyak yang absen dalam ajang multievent PON tahun ini.

Dalam kompetisi PON kali ini, atlet asal Pati seperti Muhammad Sahri yang akan ikut lomba lari estafet 4×100 meter putra dan Herni Astutik dalam lomba lari estafet 100 meter putri, sempat masuk dalam daftar calon atlet Jawa Tengah yang bakal dikirim ke PON XIX/2016 Jawa Barat. Namun, adanya kebijakan pengurangan kuota menjadikan keduanya tersingkir.

Bupati Pati Haryanto menekankan kepada atlet asal Pati untuk menjaga kondisi supaya bisa maksimal dalam berlaga pada ajang nasional empat tahunan itu. Dia berharap, atlet dapat turut menyumbang medali bagi kontingen Jawa Tengah.

“Kami sangat mendorong supaya para atlet bisa mendulang prestasi. Kalau dapat meraih prestasi, bukan hanya mengangkat nama pribadi atlet, tetapi juga membawa harum nama Kabupaten Pati. Untuk para atlet, tetaplah semangat dan bekerja keras untuk meraih hasil yang optimal. Jangan lupa untuk berdoa,” kata Haryanto.

Di ruang kerjanya, bupati memberikan bekal uang saku kepada sepuluh atlet dan dua pelatih yang akan segera bertolak ke Bandung. Kendati tidak seberapa, tetapi uang saku itu diharapkan bisa membantu pelatih dan para atlet untuk bisa mengukir prestasi pada ajang PON XIX/2016.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...