Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Musthofa : Buruh Rokok Kudus Jangan Risau

Bupati Kudus Musthofa melakukan kunjungan ke brak Djarum di Karangbener, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Bupati Kudus Musthofa melakukan kunjungan ke brak Djarum di Karangbener, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengingatkan para buruh rokok agar tak risau terkait adanya wacana kenaikan harga rokok. Sebab, aturan terkait kenaikan masih pembahasan.

Musthofa menuturkan itu saat melakukan kunjungan ke brak Djarum di Karangbener, Bae Kudus, Rabu (24/8/2016).  Bupati mengatakan agar para buruh tetap bekerja seperti biasanya dan tidak usah panik akan kabar tersebut.

“Itu baru kabar saja, itu hanya sebatas isu saja jadi jangan risau. Dan isu tersebut hanya di kalangan media sosial saja,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, pihak Dirjen Bea Cukai juga belum memberi putusan terkait hal itu. Dia menjelaskan kenaikan rokok diatur dalam cukai.

Sepengetahuannya, kenaikan harga rokok beda dengan harga bahan bakar minyak (BBM). Jika BBM diumumkan naik, besoknya akan terjadi. Tapi kalau rokok, muncul rencana kenaikan harga tapi biasanya terjadi beberapa waktu kemudian.

“Buruh rokok di Kudus ada sekitar 100 ribu lebih. Mereka menjadi tulang punggung keluarga, saya tidak menginginkan mereka berhenti bekerja. Sebab yang nganggur saja saya carikan kerja, apalagi yang kerja, jangan sampai nganggur,” imbuhnya.

Wacana kenaikan harga rokokt tersebut merupakan hasil studi Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Masyarakat Universitas  Indonesia, Hasbullah Thabrany.  Usulan kenaikan harga rokok diketahui guna mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia.

Kenaikan  cukai rokok diikuti kenaikan harga rokok. Kemungkinan perokok akan berhenti jika harganya dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Hasilnya adalah, sekitar 80 persen bukan perokok setuju jika harga rokok dinaikkan.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...