Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tim SAR Grobogan Gelar Pelatihan Penanganan Korban Banjir

Anggota tim SAR dari BPBD Grobogan sedang melangsungkan pelatihan penanganan korban banjir di sungai Lusi (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Anggota tim SAR dari BPBD Grobogan sedang melangsungkan pelatihan penanganan korban banjir di sungai Lusi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang masuknya musim hujan, tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mulai melakukan persiapan. Yakni, menggelar pelatihan penanganan korban banjir yang dilangsungkan di Sungai Lusi, Selasa (23/8/2016).

Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, pelatihan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul mulai turunnya hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pengalaman selama ini, setiap musim hujan banyak musibah yang terjadi di wilayah tersebut.

Terkait kondisi ini, pihak BPBD kini tengah melakukan serangkaian persiapan untuk mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya banjir. Selain menggelar pelatihan pada tim SAR, peralatan evakuasi bencana banjir yang dimiliki juga sudah dipersiapkan dan bisa digunakan setiap saat. Seperti, tenda pleton, tenda pengungsi, tenda regu, tenda keluarga, lima perahu karet, pelampung, genset dan logistik.

Agus menyatakan, berdasarkan hasil pendataan, sedikitnya ada sembilan kecamatan yang masuk wilayah rawan bencana  banjir. Yaitu Kecamatan Purwodadi, Ngaringan, Klambu, Brati, Grobogan, Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Godong. Kesembilan kecamatan tersebut rentan banjir karena dilewati tujuh sungai besar. Yaitu Glugu, Lusi, Senthe, Serang, Tuntang, KB-I dan Jragung.

“Meski curah hujan yang turun beberapa hari terakhir belum begitu tinggi namun harus kita waspadai. Semua peralatan sudah kita siapkan dan petugas juga sudah saya minta siaga penuh,” katanya.

Ditambahkan, upaya lain yang dilakukan adalah memonitor kondisi tanggul di sejumlah sungai besar. Hal itu dilakukan karena penyebab banjir selama ini adalah jebolnya tanggul ketika elevasi sungai tersebut melebihi ambang batas. Selain itu, kondisi tekstur tanah di Grobogan yang relatif labil, menyebabkan kondisi tanggul yang sebelumnya kering bisa longsor setelah terguyur hujan deras.

 Editor : Kholistiono

 

 

Comments
Loading...