Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

4 Wartawan Berikan Keterangan di Mapolres Rembang

Beberapa wartawan yang mengalami korban kekerasan dan intimidasi dari oknum karyawan PLTU sedang memberikan keterangan di Mapolres Remban (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Beberapa wartawan yang mengalami korban kekerasan dan intimidasi dari oknum karyawan PLTU sedang memberikan keterangan di Mapolres Remban (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak empat wartawan yang diduga mengalami tindakan kekerasan dan intimidasi dari oknum karyawan PLTU Rembang memberikan keterangan di Mapolres Rembang. Polisi meminta keterangan mereka sekitar empat jam lamanya, yakni pukul 12.00-16.00 WIB.

Empat wartawan tersebut adalah Sarman Wibowo dari Semarang TV, Djamal Abdul Garham dari Suara Merdeka, Heru Budi Santoso dari Radio CBFM dan Dicky dari Radio Pop FM. Sebenarnya, yang mendapatkan panggilan untuk memberikan keterangan adalah lima orang, satu lagi yakni Wisnu dari Radar Kudus. Namun, dalam kesempatan itu dirinya tidak bisa hadir.

Djamal Abdul Garham yang hadir di Mapolres untuk memberikan keterangan mengatakan, dirinya bersama tiga wartawan lain yang menjadi korban intimidasi dimintai keterangan polisi terkait insiden yang dialami beberapa hari lalu.”Kami dimintai keterangan mengenai kronologi pengejaran yang dilakukan oknum karyawan PLTU, terus mengenai pelakunya siapa dan yang menyuruh mengeroyok wartawan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dirinya berharap, kasus ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan tuntas. Sehingga, nantinya, tidak ada lagi kasus kekerasan yang menimpa wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik. Sebab, jika hal itu dibiarkan, akan berdampak buruk terhadap pekerja pers.

Sementara itu, Tim Advokasi PWI Jawa Tengah Zaenal Abidin Petir mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap wartawan Rembang yang terkena masalah intimidasi dari oknum karyawan PLTU Rembang.”Kami prihatin, masak PLTU sistem kerjanya seperti itu? Padahal PLTU itukan BUMN, masak karyawannya kayak preman,” katanya.

Dia menambahkan, terkait kasus intimidasi terhadap wartawan, menurutnya bisa dikenakan pasal 18 Undang-undang Pers tahun 1999, serta junto pasal 355 KUHP tentang kekerasan. “Yakni ancaman hukumannya 2 tahun penjara atau denda sebesar Rp 500 juta,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...