Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kerja Menjadi Buruh Pabrik Masih jadi Incaran Warga Grobogan

 Sejumlah pencari kartu kuning sedang antre di depan loket yang ada di Kantor Dinsosnakertrans Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pencari kartu kuning sedang antre di depan loket yang ada di Kantor Dinsosnakertrans Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pekerjaan sebagai buruh pabrik ternyata masih diminati oleh sebagian warga Grobogan. Hal ini berdasarkan pernyataan sejumlah pencari dokumen AK1 atau kartu kuning di Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Senin (22/8/2016).

“Denger-denger, dalam waktu dekat ada pabrik besar di Solo bakal buka lowongan, Mas. Makanya, saya dan dua kawan ini persiapan cari kartu kuning dulu karena mau ikutan ngelamar,” kata Wulandari, pencari kartu kuning dari Karangrayung.

Meski hanya jadi buruh pabrik, namun Wulandari mengaku tidak masalah. Sebab, kabar yang didapat dari temannya yang sudah kerja di situ, gaji buruh pabrik juga lumayan tinggi menurut penilaiannya.

“Bagi saya, kerja jadi apa gak masalah. Yang penting bayarannya cukup dan dapat pengalaman. Lagi pula dengan ijazah yang hanya SMA, pilihan cari kerja tidak banyak, Mas,” kata Suwarno, pencari kerja lainnya yang berencana melamar kerja di sebuah pabrik minuman di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, jumlah pencari kartu kuning sepanjang tahun 2016 ini memang masih cukup tinggi. Di mana, sampai akhir Juli, jumlah pencari kartu kuning sudah mencapai 6.366 orang. Sementara data pencari kartu kuning tahun 2015 ada 7.587 orang.

Menurutnya, peningkatan jumlah pencari kartu kuning terjadi sejak Ramadan lalu. Tiap harinya ada sekitar 250 orang yang butuh kartu kuning. Sebelumnya, pencari kartu kuning sekitar 100 orang per hari.

“Pencari kartu kuning ini sebagian besar adalah lulusan SMA. Kebanyakan mereka ini memang ingin bekerja ke luar daerah karena diajak teman atau saudaranya. Perlu diketahui, untuk mendapatkan kartu kuning ini tidak dipungut biaya,” katanya.

 Editor : Kholistiono

 

 

Comments
Loading...