Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemandu Karaoke di Kudus Didominasi Wajah Lama

kudus-sidak karaoke-2 (e)
Pemandu karaoke (PK) yang ada di salah satu lokasi karaoke di Kudus, sedang didata petugas Satpol PP Kudus, dalam razia yang dilaksanakan Minggu (21/8/2016) malam. (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada satu hal yang menarik dari razia lokasi karaoke yang dilakukan Satpol PP Kudus pada Minggu (21/8/2016) malam. Rata-rata, para pemandu karaoke (PK) yang ada di beroperasi di lokasi karaoke, adalah wajah-wajah lama.

Hal itu terlihat saat Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil memeriksa satu persatu kartu tanda penduduk (KTP) milik para PK. Setelah itu, ditanyakan pula darimana asal PK itu.

”Lho, kamu dari Magelang? Bukannya kemarin sudah pulang ke sana setelah kita razia. Kamu ngapain datang lagi ke sini,” kata Halil kepada salah satu PK di karaoke SK, yang ada di jalur lingkar selatan.

Sedangkan PK yang ditanya hanya tersenyum. Dia mengatakan jika memang terpaksa kembali ke Kudus untuk bisa bekerja. ”Kembali ke Kudus kan, kerjaannya di Kudus, pak. Kalau di Magelang tidak punya pekerjaan,” jelasnya.

Asal daerah PK itu sendiri, juga terbilang merupakan orang perantauan. Selain dari Magelang, ada juga yang berasal dari Jawa Timur, Semarang, dan beberapa daerahnya. Meski juga ada yang berasal dari Kudus sendiri.

Yang paling banyak PK-nya adalah di Kafe Clarissa. Di tempat ini, ada kurang lebih 13 PK yang dibawa KTP-nya untuk proses identifikasi di kantor Satpol PP. Usia termuda yang ditemukan di sana adalah 18 tahun, sesuai dengan KTP yang ada.

Selain itu, razia juga dilakukan ke kafe-kafe karaoke lainnya, yang rata-rata ada di jalur lingkar mulai jalur lingkar Mijen hingga jalur lingkar selatan. Ada juga kafe yang terbilang baru, yang PK-nya juga tidak kalah berani dibandingkan kafe lainnya.

Tepatnya di kafe karaoke New Adiba, yang ada di pinggir sawah turut kawasan Pasuruhan, Kecamatan Jati, Kudus. Menurut Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil, kafe tersebut diketahui memang cukup baru. Bahkan, tidak ada papan nama jelas yang terpampang di sana.

”Tadi kita lihat malah papan nama suplier es krim. Setelah dicek isinya juga karaoke plus PK-PK yang dipekerjakan di sana. Lokasinya memang cukup masuk ke dalam, dan terlihat sepi. Tidak ada aktivitas mencolok. Namun setelah dicek, ternyata juga lokasi karaoke. Makanya kita berlakukan ketentuan yang sama. Kita suruh tutup dan kita minta PK serahkan KTP untuk pembinaan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...