Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Lima Poin Desa Inklusif yang Harus Dipatuhi Warga Karangrowo Kudus

kudus-desa karangrowo-inklusif (ee)
Seluruh jajaran di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, menandatangani deklarasi sebagai desa inklusif, pada kegiatan yang digelar Sabtu (20/8/2016) malam, di balai desa setempat. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Status diri sebagai desa inklusif sudah dideklarasikan secara resmi oleh warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Sabtu (20/8/2016) malam.

Ada lima poin pernyataan yang dibuat, dalam deklarasi yang dikemas dalam acara judul ”Panggung Rakyat, Ngaji Kebangsaan, dan Deklarasi Desa Inklusif”, yang diadakan di Balai Desa Karangrowo tersebut.

Kelima poin atau pernyataan itu mengajak masing-masing elemen masyarakat, yakni pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemudanya, untuk bisa mematuhi pernyataan yang sudah dibuat itu.

Pertama adalah meneguhkan NKRI, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45. Yang kedua menjunjung tinggi toleransi beragama dan kepercayaan tanpa diskriminasi, ketiga mengedepankan nilai-nilai budaya lokal, keempat saling menghargai dalam perbedaan dan keragaman agama atau kepercayaan, dan yang kelima berkomitmen untuk saling membantu dalam penyelesaian persoalan di masyarakat.

Kegiatan deklarasi ini merupakan kerja bareng antara Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) bekerjasama dengan pemerintah desa, tokoh lintas agama, dan masyarakat Desa Karangrowo.

Koordinator acara Ubbadul Adzkiya’ mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat secara luas, supaya bersama-sama menghargai hak saudara-saudaranya yang selama ini termarjinalkan.

”Belakangan ini hanya karena berbeda agama atau keyakinan, kemudian sebagian pemerintah dan masyarakat mengeksklusi saudaranya yang memiliki keyakinan keagamaan berbeda. Karena itu, melalui deklarasi desa inklusif ini, diharapkan semua pemangku kebijakan dan masyarakat secara umum, dapat menerima dan menghargai keberadaan kelompok masyarakat yang berbeda,” terangnya.

Sedangkan Kepala Desa (Kades) Karangrowo Heri Darwanto menjelaskan, gagasan deklarasi desa inklusif sangat baik sekali, mengingat penduduk desanya memiliki keberagaman agama.

”Di Karangrowo ada Islam, Kristen, dan Sedulur Sikep. Islam di sini juga bermacam-macam. Meski beragam, tapi kami sangat bersyukur semuanya bisa dilayani dengan baik. Masyarakat juga saling menghargai, guyub rukun sangat dijunjung tinggi di sini,” tuturnya.

Editor: Merie

 

Comments
Loading...