Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ditunggu, Inovasi Kades di Kudus untuk Bangun Wilayah

kudus-inovasi (e)
Bupati Kudus H Musthofa usai menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala LAN Adi Suryanto, terkait upaya meningkatkan inovasi bagi setiap pegawai dan kades di Kudus. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Membangun sebuah wilayah harusnya dilakukan oleh seluruh jajaran perangkat di dalamnya. Termasuk bagaimana seorang kepala desa (kades) yang dituntut harus inovatif untuk mengembangkan desanya.

Bupati Kudus H Musthofa mengatakan jika pemikiran inovatif harus terus dikembangkan. Bukan untuk mencari penghargaan, tetapi yang terpenting nilai manfaatnya untuk masyarakat. ”Silakan semuanya berinovasi. Termasuk kepala desa di Kudus,” tantangnya.

Salah satu contoh inovasi yang sudah dilakukan bupati, adalah menggagas soal pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) di masing-masing desa. Hal ini sudah diberlakukan sejak 2009 lalu, dan gratis untuk warga.

”Masyarakat cukup datang ke balai desa. Hanya dalam waktu 5 menit sudah bisa bawa pulang KTP. Dan yang terpenting gratis,” katanya, saat acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Kudus dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) di pendapa kabupaten, belum lama ini.

Bupati memang menekankan bahwa pelayanan publik harus terus dioptimalkan. Berbagai inovasi yang ada, akan semakin membuat masyarakat dipermudah, dipercepat, bahkan semakin ditekan biayanya bahkan gratis, untuk sejumlah layanan tertentu.

Soal KTP sendiri, memang merupakan salah satu inovasi bupati yang sudah secara nyata dirasakan masyarakat. Namun karena kebijakan dari pusat dengan E-KTP-nya, kini pelayanan KTP dilayani di kecamatan. Itu merupakan satu contoh dari berbagai kemudahan layanan publik di Kudus.

Karena itu, menurut bupati, nota kesepahaman antara Pemkab Kudus dengan LAN, tidak hanya pada tataran teori. Tetapi harus ada implementasi nyata inovasi yang ditunjukkan oleh seluruh pegawai atau kepala desa. ”Ini semua tidak ada gunanya ketika tidak ada implementasi secara nyata,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala LAN Adi Suryanto mengatakan bahwa titik awal inovasi di sebuah daerah, belum tentu bisa diterapkan pada daerah lain. Karena ada faktor budaya dan latar belakang yang belum tentu sama.

Tetapi menurutnya, yang terpenting inovasi tersebut memiliki manfaat. ”Misalkan E-government. Ketika di sebuah daerah hal itu merupakan sistem yang baru, tetapi mungkin saja sudah ada beberapa tahun di daerah lain,” kata Adi.

Adi menambahkan, akan ada indeks penilaian tersendiri bagi inovator. Apakah itu secara individu maupun secara kelompok dalam satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Inovasi ini juga dipengaruhi faktor lain seperti kultur, budaya, serta leadership dalam sebuah daerah.

Adi juga memberikan motivasi agar para pegawai di Kudus terus berinovasi tanpa henti. Hasil inovasi yang bagus dan tentunya bermanfaat, bisa diterapkan di daerah lain bahkan sampai mancanegara. ”Yang terpenting, ada semangat untuk berkompetisi dalam inovasi ini,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...