Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dukung Wartawan Rembang, IJTI Gelar Aksi Senin Pagi

kudus-aksi ijti lagi (e)
Aksi keprihatinan yang dilakukan sejumlah wartawan yang bekerja di wilayah Kabupaten Rembang, atas ulah oknum karyawan PLTU yang telah mengintimidasi mereka saat liputan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria bakal melakukan aksi keprihatinan, atas nasib rekan  sesama wartawan yang bertugas di Kabupaten Rembang, yang mendapat intimidasi dari oknum karyawan PLTU Rembang saat liputan.

Rencananya, IJTI Korda Muria bakal melaksanakan aksi keprihatinan itu pada Senin (22/8/2016) pagi. ”Ini adalah bentuk aksi keprihatinan kami, atas nasib rekan-rekan kami di Rembang, yang mendapatkan intimidasi saat liputan oleh oknum karyawan PLTU Rembang,” kata Ketua Korda  IJTI Muria Raya Indra Winardi, Minggu (21/8/2016).

IJTI Korda Muria sebelumnya juga sudah menegaskan jika PLTU Rembang harus meminta maaf secara terbuka dan tertulis di atas materai, atas tindakan yang dilakukan karyawannya tersebut.

Pihak IJTI juga meminta Polres Rembang agar mengusut kejadian tersebut sampai tuntas. ”Rekan kerja kami di Rembang sudah melaporkan kasus ini ke polres. Nah, kami minta polres mengusut tegas kejadian ini sampai tuntas,” tegas Indra, didampingi Sekretaris IJTI Korda Muria Iwhan Miftahudin.

Intimidasi itu terjadi, pada Kamis (18/8/2016) malam, saat sejumlah wartawan yang datang ke RSUD dr Soetrasno Rembang karena mendengar ada peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PLTU Rembang, malah mendapat intimidasi dari oknum karyawan. Pada saat melakukan peliputan, sejumlah oknum karyawan PLTU menghalang-halangi dan menyita ponsel milik wartawan dan menghapus file file foto.

Selain itu, ada juga wartawan Sarman Wibowo dari Semarang TV, saat mengambil gambar dari luar UGD rumah sakit, dikejar-kejar puluhan karyawan PLTU. ”Termasuk juga wartawan itu diteriaki keroyok dan diancam dibunuh. Akibat kejadian tersebut, Sarman Wibowo yang memiliki riwayat penyakit jantung, pada Jumat (19/8/2016) siang harus check up di rumah sakit Semarang,” tutur Indra.

Indra mengatakan, apa yang sudah dilakukan oknum karyawan PLTU tersebut, adalah satu hal yang sudah melanggar Undang-Undang Pers. Sehingga harus bisa menjadi pembelajaran tersendiri bagi semua pihak, agar tidak melakukan hal yang sama.

”Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan IJTI Jateng dan IJTI Pusat  untuk mengawal kasus ini supaya tuntas. Termasuk mengawal tuntutan, agar ada permohonan maaf dari PLTU dan proses hukum berjalan terus,” terangnya.

Indra menambahkan bahwa, IJTI juga mengimbau kepada seluruh jurnalis di tanah air, untuk bekerja sesuai dengan kode etik, menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik, dan penuh tanggung jawab. ”Itu yang harus kita junjung tinggi,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...