Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidak Bupati Hanya Beri Efek Sesaat, Satpol Diminta Kerja Cepat Tutup Karaoke

kudus-karaoke maneh (e)
Sejumlah anggota DPRD Kudus saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi karaoke di wilayah itu, Sabtu (20/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus mendadak melakukan inspeksi ke sejumlah lokasi karaoke yang ada di wilayah itu, Sabtu (20/8/2016) malam. Salah satunya menindaklanjuti sidak yang dilakukan Bupati Kudus H Musthofa sebelumnya.

Namun dari sidak itu, dewan melihat bahwa apa yang diharapkan bupati agar karaoke bisa ditutup, ternyata masih tidak terlaksana di lapangan. ”Mungkin setelah disidak bupati, mereka memang tutup. Tapi pas kami sidak itu, ternyata masih banyak yang buka,” kata salah seorang anggota DPRD Kudus M Nur Khabsyin.

Khabsyin mengatakan, sidak yang dilaksanakan bupati, dinilai hanya memberikan efek sesaat. Karena masih banyak pemilik tempat karaoke yang bandel dan terus beroperasi.

”Ini yang kemudian kami sayangkan. Lah, Satpol PP terus kemana setelah bupati sidak. Harusnya kan, bisa menindaklanjuti. Hal ini yang kami sayangkan. Mereka lambat menutup karaoke,” paparnya.

Khabsyin mengatakan, sosialisasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pelarangan Usaha Hiburan Diskotik, Kelab Malam, Pub dan Penataan Hiburan Karaoke, dinilai sudah cukup dilakukan. Sekarang saatnya dilakukan penertiban bagi yang membandel.

Menurutnya, bupati harus tegas menutup karaoke. Dan itu harus dibuktikan dengan aksi nyata di lapangan, di mana Satpol PP juga harus bergerak cepat. ”Karena kami melihat bahwa penegakan perda di lapangan tidak berjalan. Buktinya masih banyak yang bandel buka. Ini yang harus ditertibkan,” tegasnya.

Selain kepada aparat Satpol PP, Khabsyin juga menegaskan jika aparat kepolisian harus menindak organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai menjadi backing dari usaha karaoke.

”Kami minta pihak Polres Kudus untuk menindak tegas ormas bernama Lindu Aji yang kami nilai menjadi backing dari usaha karaoke. Ini juga sebagai upaya penertiban itu sendiri,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, saat sidak ke Kafe Lunatic yang berada di belakang Pasar Bitingan, anggota dewan dihadang ormas Lindu Aji. Anggota ormas ini tidak memperbolehkan anggota dewan untuk masuk ke lokasi. Akibatnya sempat terjadi perdebatan. Namun, anggota dewan tetap saja tidak berhasil masuk ke lokasi.

Editor: Merie

Comments
Loading...