Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

IJTI Korda Muria Raya Tuntut PLTU Rembang Minta Maaf

kudus-aksi ijti (e)
Sejumlah wartawan yang bekerja di wilayah Kabupaten Rembang melakukan aksi keprihatinan atas ulah oknum karyawan PLTU yang telah mengintimidasi mereka saat liputan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Peristiwa intimidasi yang diterima jurnalis di Kabupaten Rembang saat akan meliput peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di PLTU Rembang, disesalkan kalangan pekerja pers yang ada di kawasan Muria.

Aksi oknum karyawan PLTU Rembang yang menghalangi-halangi peliputan wartawan di RSUD dr Soetrasno Rembang, bahkan menghapus foto milik salah satu wartawan, membuat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Korda Muria geram.

”Kami dari IJTI Korda Muria Raya menuntut pihak PLTU meminta maaf atas peristiwa ini. Termasuk kepada Polres Rembang untuk memproses hukum oknum karyawan PLTU yang mengintimidasi jurnalis,” tegas Ketua Korda  IJTI Muria Raya Indra Winardi.

Intimidasi itu terjadi, pada Kamis (18/8/2016) malam, saat sejumlah wartawan yang datang ke RSUD dr Soetrasno Rembang karena mendengar ada peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa karyawan PLTU Rembang, malah mendapat intimidasi dari oknum karyawan. Pada saat melakukan peliputan, sejumlah oknum karyawan PLTU menghalang-halangi dan menyita ponsel milik wartawan dan menghapus file file foto.

Selain itu, ada juga wartawan Sarman Wibowo dari Semarang TV, saat mengambil gambar dari luar UGD rumah sakit, dikejar-kejar puluhan karyawan PLTU. ”Termasuk juga wartawan itu diteriaki keroyok dan diancam dibunuh. Akibat kejadian tersebut, Sarman Wibowo yang memiliki riwayat penyakit jantung, pada Jumat (19/8/2016) siang harus check up di rumah sakit Semarang,” tutur Indra.

Atas dasar kejadian tersebut, IJTI Muria Raya menuntut pihak PLTU meminta maaf dan memberikan jaminan keselamatan pada wartawan, yang meliput peristiwa kecelakaan kerja karyawan PLTU. ”Dan itu harus disertai pernyataan tertulis di kertas bermaterai, dengan diketahui kepolisian setempat,” tandasnya.

Kemudian Indra juga meminta proses hukum terhadap oknum karyawan pelaku kekerasan dan intimidasi kepada wartawan, terus dilanjutkan. Apalagi kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolres Rembang. ”Karena apa yang dilakukan itu, sudah bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” katanya.

Editor: Merie

 

Comments
Loading...