Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini yang Menjadi Catatan dari Rapat Dengar Pendapat Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Anggota Komisi C saat melangsungkan rapat dengar pendapat dengan pihak yang terkait proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Anggota Komisi C saat melangsungkan rapat dengar pendapat dengan pihak yang terkait proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada beberapa catatan yang disampaikan anggota dewan saat menggelar rapat dengar pendapat proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang dilangsungkan di Ruang Komisi C, Sabtu (20/8/2016). Antara lain, semua pihak yang berkompeten dengan proyek tersebut diminta untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi.

“Dari penyampaikan keterangan tadi, saya menilai komunikasi dan koordinasi dari rekanan, dinas dan pengawas terlihat kurang bagus. Hal ini perlu jadi perhatian dan kami berharap masing-masing bisa bekerja sesuai tupoksinya,” kata Ketua Komisi C Eko Budi Santoso.

Menurut Eko, melalui rapat dengar pendapat tersebut, pihaknya ingin mendapatkan jawaban yang lengkap dari rekanan dan pihak terkait lainnya. Dengan demikian, jika ternyata ada kendala maka akan bisa segera dicarikan solusinya.

Sebab, pada prinsipnya, komisi C sangat mendukung agar proyek revitalisasi alun-alun bisa selesai pada tahun ini. Namun, dalam pengerjaannya harus memperhatikan tiga aspek utama. Yakni, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat administrasi. ”Perlu diperhatikan, proyek revitalisasi alun-alun ini jadi salah satu perhatian publik.

Oleh sebab itu, banyak masukan yang datang dari masyarakat terkait pengerjaan proyek ini. Kami berharap, agar tahun ini, proyek ini bisa rampung seperti harapan kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Grobogan Wasono Nugroho meminta agar semua pihak yang terlibat dalam proyek itu bekerja sungguh-sungguh sesuai aturan dan ketentuan dalam kontrak kerja. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan maka ibarat menggali kubur sendiri.

“Kami berharap supaya hal ini jangan sampai terjadi. Kalau memang ada yang tidak sesuai dalam pelaksanaan langsung diperingatkan atau bila perlu diambil tindakan tegas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...