Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Budidaya Udang Vaname, Warga Juwana Kantongi Omzet Rp 240 Juta per Panen

Sejumlah pekerja tengah membenahi tanggul di tambak milik Tamzis di Desa Langenharjo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Sejumlah pekerja tengah membenahi tanggul di tambak milik Tamzis di Desa Langenharjo, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Budidaya udang vaname bagi Tamzis Al Anas, warga Desa Langenharjo, Kecamatan Juwana, Pati, jauh lebih prospektif ketimbang budidaya ikan. Hal itu yang membuatnya mencoba untuk menekuni budidaya udang vaname.

Dari dua tambak ukuran 4.000 meter persegi yang dibuat di dekat rumahnya, Tamzis bisa mengantongi omzet Rp 120 juta per tambak setiap panen. Masa panen udang vaname pun tak butuh waktu lama, yakni berkisar 50-60 hari.

Praktis, Tamzis bisa mengantongi omzet Rp 1,4 miliar setiap tahunnya. Dalam mengembangkan budidaya udang vaname, Tamzis membuat dua metode, yaitu alami dan semiintensif. Hasil panen dari metode alami diambil tengkulak lokal dengan harga sekitar Rp 45 ribu per kg.

Oleh tengkulak, udang-udang itu biasanya dipasok ke sejumlah pasar tradisional di Juwana, Pati, dan sekitarnya. Sementara itu, hasil panen dari metode semiintensif dihargai Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu per kg dan dipasok ke sejumlah pabrik untuk kemudian diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang dan China.

“Kami mendapatkan bibit dari Sluke, Rembang. Modal yang dibutuhkan untuk budidaya vaname cukup Rp 5 juta untuk metode alami dan Rp 70 juta untuk pengembangan semiintensif. Modal itu belum termasuk alat dan persiapan lahan,” ujar Tamzis kepada MuriaNewsCom.

Modal untuk pengembangan semiintensif jauh lebih mahal, karena tebar bibitnya lebih banyak, yakni empat sampai sepuluh kali lipat dengan hasil panen yang jauh lebih banyak pula. “Pengembangan semiintensif dibantu dengan teknologi dengan kapasitas bibit yang lebih banyak, sehingga modal yang dibutuhkan cukup banyak,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...