Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

HIMKI Jepara Berharap Situs Jual Beli Mebel Online Palsu Diblokir

HIMKI_2(E)
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya, Maskur Zaenuri. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Fenomena jual beli online sangat berdampak pada dunia perdagangan, termasuk perdagangan mebel di Kabupaten Jepara. Salah satu dampak negatif dari fenomena tersebut adalah munculnya situs jual beli abal-abal yang merusak harga, dan citra Jepara sebagai Kota Ukir dan pusat industri mebeler.

“Dampak negatif dari fenomena ini adalah penipuan. Banyak situs jual beli mebel yang tidak memiliki kantor dan tidak menjalankan regulasi yang ada. Untuk itu, kami meminta agar situs abal-abal dan yang masuk daftar hitam diblokir,” ujar Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya, Maskur Zaenuri.

Menurutnya, pihaknya sementara ini sudah melakukan kordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Online Jepara dan komunitas blogger untuk menutup situs yang masuk daftar hitam itu. Diharapkan pula, langkah itu juga didukung oleh pemerintah melalui regulasi dan bentuk dukungan lainnya.

Ia menjelaskan, daftar hitam transaksi yang dimaksud itu terkait dengan banyaknya jual beli online, baik menggunakan media sosial maupun website yang menawarkan produk mebel namun tak pernah menyelesaikan pesanan. Banyak pembeli (buyer) yang tertipu padahal sudah membayar uang muka maupun penuh.

“Akibatnya mereka (buyer) banyak yang lari. Ini seperti fenomena tahun 98-99 meski caranya berbeda. Kita kembali mendapat daftar hitam dari buyer,” terangnya.

Selain dirugikan akibat adanya citra buruk, lanjut Maskur, keberadaan eksportir online tersebut memunculkan persaingan yang tak imbang. Pasalnya, banyak dari mereka yang tak memiliki kantor tetap dan usahanya tak melalui regulasi. Mengurus perizinan misalnya.

“Kita sebagai eksportir membayar pajak dan mendirikan usaha sesuai regulasi. Mereka hanya bertransaksi melalui kamar masing-masing,” sindir Maskur.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...