Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Melihat Prosesi Unik pada Sedekah Bumi di Gunungwungkal Pati

 Kepala Desa Gunungwungkal menyulut api saat prosesi sedekah bumi di desanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Desa Gunungwungkal menyulut api saat prosesi sedekah bumi di desanya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedekah bumi di Desa Gunungwungkal, Kecamatan Gunungwungkal, Pati menjadi ajang untuk bersih desa. Dengan prosesi bersih desa, penduduk setempat diharapkan bisa hidup dengan makmur.

Tradisi sedekah bumi bagi warga setempat diyakini mengandung unsur tuah dan memiliki kesakralan tersendiri. Karena itu, warga di lereng Pegunungan Muria bagian utara ini selalu mengadakan ritual prosesi setiap tahun, lebih dari satu abad lamanya.

“Tradisi sedekah bumi untuk bersih desa di sini sudah lama dilakukan nenek moyang. Sejak 1874, penduduk setempat sampai sekarang masih menggelar rangkaian upacara budaya. Semuanya menjadi cara bagi kami untuk bersyukur atas berkah yang diberikan Tuhan berupa keselamatan dan kesejahteraan,” ujar Kades Gunungwungkal Surasmin, Jumat (19/8/2016).

Dalam prosesi sedekah bumi, warga menempatkan hasil bumi yang diletakkan dalam tempat berbentuk semacam rumah, disebut dengan julen. Julen menjadi salah satu syarat untuk mengarak hasil bumi keliling desa.

Uniknya, sebelum diarak keliling desa, Julen diarak mengelilingi pasar desa selama tiga kali. Julen diarak bersama warga yang dipimpin kades dan sesepuh desa. Pasar menjadi simbol perekonomian lokal, sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan dan perlu diruwat saat sedekah bumi.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...