Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Tanggapan Pemkab Pati Soal Biaya Penjaringan Perangkat Desa Bulumanis Lor yang Capai Rp 130 Juta

 Suasana pelantikan perangkat desa di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana pelantikan perangkat desa di Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kepala Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Pati, Pramono menyebut, biaya penjaringan perangkat di desanya yang mencapai Rp 130 juta sudah sesuai dengan penjaringan perangkat di desa lainnya. Karena itu, penggunaan dana untuk penjaringan perangkat yang mencapai Rp 130 juta dianggap hal yang wajar.

“Desa-desa di sebelah juga seperti itu. saya sudah konfirmasi ke masing-masing desa di Kecamatan Margoyoso untuk mencari perbandingan. Lagipula, dana memang digunakan untuk semua aktivitas penjaringan dari awal sampai akhir,” kata Pramono, Jumat (19/8/2016).

Menanggapi hal itu, Kasubag Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Pati Rizki Hermanu, mengatakan, pengangkatan perangkat desa memang sudah menjadi wewenang kepala desa. Hal itu sesuai dengan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Pada Pasal 4, kata Rizki, Kades dapat membentuk tim yang terdiri dari ketua, seorang sekretaris, dan minimal seorang anggota. Kata “dapat” bisa ditafsirkan, kades bisa membentuk tim atau tidak karena bukan sebuah keharusan.

Baca juga : Penjaringan Perangkat Desa di Bulumanis Lor Pati Disebut Pakai Sistem Dagang

Bila ada masyarakat yang keberatan dengan aturan itu bisa melayangkan uji materi. Sementara itu, masalah nilai uang untuk penjaringan yang nilainya fantastis, masyarakat bisa meminta pertanggungjawaban kepada panitia.

“Mengingat hal itu sudah menjadi wewenang kepala desa, nominal uang untuk penjaringan perangkat desa tidak menjadi masalah selama sudah disepakati. Hal itu tidak masalah, selama uang itu bisa dipertanggungjawabkan betul-betul untuk penyelenggaraan penjaringan hingga pelantikan,” tuturnya.

Kendati begitu, sejumlah masyarakat tidak sepakat dengan mekanisme penjaringan yang mengharuskan calon perangkat desa menyetor sejumlah dana dengan jumlah yang tidak sedikit. Mereka menilai, hal itu tidak memberikan peluang kepada warga yang tidak punya uang, tetapi memiliki kapabilitas yang mumpuni.

Nyoto, warga setempat menuturkan, mekanisme penjaringan seperti itu tidak akan membuat desa menjadi lebih baik karena tidak diambil dari perangkat desa yang kompeten. “Mestinya tidak begitu caranya. Jika hal itu dilakukan terus, ke belakangnya ya pasti begitu terus, selalu pakai uang dalam jumlah banyak di setiap penjaringan perangkat desa,” pungkasnya.

Baca juga :Telan Biaya Rp 130 Juta, Penjaringan Perangkat Desa Bulumanis Lor Pati Jadi Sorotan

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...