Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wartawan Rembang Laporkan Tindak Kekerasan yang Dilakukan Oknum Karyawan PLTU

 Sejumlah wartawan Rembang melakukan aksi damai dan mengutuk keras adanya tindak kekerasan yang dilakukan oknum karyawan PLTU Rembang terhadap wartawan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sejumlah wartawan Rembang melakukan aksi damai dan mengutuk keras adanya tindak kekerasan yang dilakukan oknum karyawan PLTU Rembang terhadap wartawan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Wartawan yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Rembang melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oknum karyawan PLTU Sluke, ke Polres Rembang pada Jumat (19/8/2016).

Laporan menindaklanjuti adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan, penghadangan peliputan dan perampasan alat kerja milik wartawan ketika melakukan peliputan korban kecelakaan kerja katup uap, yang mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Soetrasno Rembang pada Kamis, (18/6/2016) malam.

Dalam peliputan tersebut, ada 5 wartawan yang dihadang oleh oknum karyawan PLTU. Di antaranya yakni Djamal Abdul Garham (Suara Merdeka), Sarman Wibowo (Cakra TV), Diky Radio (Pop FM), Heru Budi Santoso (Radio CBFM Rembang), dan Wisnu (Jawa Pos).

Selain dihadang dari pihak PLTU untuk dilarang meliput di RSU dr. Soetrasno Rembang. Handphone dari salah satu wartawan juga direbut serta foto liputannya dihapus oleh oknum karyawan PLTU.

“Peristiwa ini terjadi pada Kamis (18/8/2916) malam sekitr pukul 20.00 WIB. Ketika kawan-kawan melakukan liputan, dari pihak PLTU sudah menghalang-halangi kerja pers. Terlebih mereka malah merebut HP dan menghapus foto liputan dari salah satu wartawan. Maka, dalam hal ini kami melaporkan tindakan tersebut ke Polres,” kata Djamal Abdul Garham, Ketua PWI Rembang.

Dalam laporannya tersebut, pihak wartawan disambut oleh Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dan Kasubag Hukum Polres Rembang AKP Mansyur di ruang pertemuan Polres Rembang.

“Kita melaporkan ke polisi itu bukan atas keinginan secara pribadi. Namun ini merupakan keputusan secara bersama-sama sebagai profesi wartawan. Harapannya, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di manapun berada,” ungkapnya.

Dia menilai, penghadangan dan merebut alat liputan wartawan tersebut sudah melanggar UU Pers. Sebab kinerja wartawan itu sudah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahum 1999.

Puluhan wartawan juga sempat melakukan aksi damai di depan Balai Kartini Rembang.”Kasus harus diusut tuntas. Namun demikian, kita juga tidak menutup mediasi atau dialog. Namun mediasi dan dialog itu jangan sampai pihak wartawan dirugikan. Sebab, dalam peliputan di RSUD itu, kita juga dengan cara yang baik dan menggunakan etika jurnalistik,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...