Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Keluhkan Parkir Liar di Sepanjang Jalur Pantura Kaliori

Terlihat salah satu truk sedang terparkir di pinggir Jalan Pantura Kaliori Rembang. Biasanya sopir berhenti untuk istrirahat atau makan di warung (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Terlihat salah satu truk sedang terparkir di pinggir Jalan Pantura Kaliori Rembang. Biasanya sopir berhenti untuk istrirahat atau makan di warung (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Banyaknya truk atau angkutan barang yang terparkir di sepanjang Jalan Pantura Rembang, tepatnya di Kecamatan Kaliori, membuat warga setempat resah. Begitupun dengan pengguna jalan yang melewati rute tersebut.

Keresahan warga tersebut cukup beralasan. Sebab, banyaknya truk yang parkir di pinggir jalan, yakni di depan warung di sepanjang Jalan Pantura Kaliori tersebut membahayakan bagi pengendara lain.

Sumadi (55), warga Purworejo, Kecamatan Kaliori mengatakan,  truk besar tersebut biasanya berasal dari Jakarta dan Jawa Timur. Mereka berhenti di pinggir jalan tersebut untuk makan atau istirahat di warung.”Ya, meskipun truk itu sudah menyalakan lampu sen untuk tanda ketika berhenti memarkirkan kendaraan, namun hal itu tetap membahayakan pengendara lainnya. Terlebih ketika sopir lupa melihat depan atau belakang ketika membuka pintu mobil,” katanya.

Dirinya juga menyatakan, jika truk tersebut seharusnya tidak berhenti di sembarang tempat ketika istirahat, apalagi di pinggir jalan. Pemilik warung, menurutnya, juga harus mempunyai tempat parkir atau rest area bagi pengunjung.

“Tepi jalan ini kan bukan untuk pemberhentian truk. Keculai, bila truk itu rusak atau mogok secara mendadak, itu beda soal. Lha wong ini memang berhenti untuk istirahat atau makan di warung. Kan nggak tepat,”ucapnya.

Sementara itu, Munadi, warga Pantiharjo, Kaliori menambahkan, pemilik warung seharusnya membuat tempat parkil meskipun kecil, asal bisa untuk truk parkir. “Biar tidak membahayakan orang lain, maka setidaknya warung-warung itu juga harus menyediakan pemberhentian truk yang sederhana, dan juga dilengkapi juru parkir dari pihak pemilik warung,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...