Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Asmindo dan Amkri Dilebur, HIMKI Jepara Raya Terbentuk

HIMKI(E)
Penasehat DPD HIMKI Jepara Andang Wahyu Triyanto. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dua asosiasi besar yang menaungi industri mebel dan kerajinan kayu di Indonesia yakni Asmindo dan Amkri akhirnya melebur menjadi satu. Mereka melebur menjadi Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Demikian pula di Kabupaten Jepara, kepengurusan HIMKI sudah terbentuk dengan nama DPD HIMKI Jepara Raya.

Hal itu seperti yang dikatakan, Penasihat DPD HIMKI Jepara Andang Wahyu Triyanto didampingi oleh mantan Ketua Asmindo Jepara  Jamhari, Ketua HIMKI Jepara terpilih Masykur Zainuri dan sekretaris Abdul Kholik, Kamis (18/8/2016).

Menurut Andang, Jepara Raya tersebut tidak hanya menaungi industri mebel dan kerajinan kayu di Jepara, namun juga se-eks Keresidenan Pati. Dalam proses pembentukan pengurus di Jepara, dipilih Masykur Zainuri sebagai ketua DPD HIMKI Jepara Raya dengan sekretaris Abdul Kholik.

“Penggabungan dua assosiasi mebel ini penting dilakukan agar keinginan menjadikan Indonesia sebagai negara industri mebel dan terbesar bisa lebih fokus,” jelasnya.

Ketua HIMKI Jepara Raya Masykur Zainuri mengungkapkan, DPD HIMKI Jepara Raya ini setingkat karesidenan. Pascadikukuhkan nanti, akan ditindak lanjuti dengan pembentukan pengurus di masing- masing kabupaten eks Keresidenan Pati. Dalam dua minggu ini, pengurus HIMKI Jepara Raya sudah melakukan verifikasi ulang terhadap anggota. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 400 anggota yang sudah diverifikasi,” katanya.

Masykur menambahkan, ada beberap persoalan yang akan menjadi fokus dari DPD HIMKI Jepara Raya ini. Di antaranya soal cenderung menurunnya jumlah home industry mebel di Jepara dan munculnya eksportir-eksportir mebel yang hanya mengandalkan gadget.

“HIMKI juga akan konsen pada regulasi –regulasi pemerintah yang tidak jelas dan berakibat pada kondisi permebelan Jepara,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...