Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ribuan Petani Penolak Pabrik Semen Peringati Kemerdekaan di Sungai Kedung Jurug Pati

Ribuan petani yang tergabung dalam JMPPK mengikuti upacara bendera di Sungai Kedung Jurug, Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Ribuan petani yang tergabung dalam JMPPK mengikuti upacara bendera di Sungai Kedung Jurug, Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

 

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan petani yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-71 dengan menggelar upacara bendera di Sungai Kedung Jurug, Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu (17/8/2016).

Sungai besar yang diapit Pegunungan Kendeng itu dipilih sebagai lokasi upacara, karena di kawasan itu pabrik semen akan didirikan. Mereka menjalani upacara bendera dengan penuh khidmat, berdoa dan berharap Tuhan membuat Pegunungan Kendeng merdeka dari penjajahan kapitalisme pabrik semen.

Tak seperti upacara pada umumnya, mereka berbaris membentuk formasi U menghadap satu titik, yaitu tiang bendera. Inspektur upacara memanfaatkan batu besar di tengah sungai sebagai podium.

Sebagaimana upacara kemerdekaan pada umumnya, pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan RI dilakukan. Pengibaran bendera merah putih dengan diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, dan pembukaan UUD 1945 tidak lupa dibacakan.

Tak sembarangan memilih lokasi, aktivis JMPPK Bambang Sutiknyo mengatakan, upacara di tengah sungai yang berhulu di Desa Maitan, Tambakromo dan berhilir di Sungai Gendol, Mojomulyo, Tambakromo itu sarat akan pesan dan filosofi. “Kami ingin memberikan pesan bahwa masyarakat ingin sumber airnya tetap terlindungi dari upaya pendirian pabrik semen,” ungkap Bambang.

Uniknya, pengibaran bendera dilakukan dengan cara dipanjat. Hal itu menjadi simbol upaya perlawanan masyarakat Kendeng untuk selalu berjuang demi kelestarian Kendeng dan Indonesia. “Bila pabrik semen berdiri, kelestarian pegunungan Kendeng sebagai sumber penghidupan akan terancam. Kami ingin merdeka dari kapitalisme pabrik semen,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

 

Comments
Loading...